Menuju WCU, UNAIR Ajak Dosen Aktivasi Akun Penelitian

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Dalam meraih predikat bergengsi perguruan tinggi berkelas dunia (World Class University), diperlukan sinergi dengan semua pihak terutama lingkungan internal untuk mensukseskan langkah tersebut. Sivitas akademika menjadi elemen utama dalam mendukung perguruan tinggi menuju WCU.

Memulai perbaikan dari dalam atau starts on the inside. Program itulah yang kini tengah digiatkan oleh tim Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Universitas Airlangga (UNAIR). Dalam kampanye starts on the inside, sivitas akademika khususnya dosen dan mahasiswa, difasilitasi untuk melakukan aktivasi akun resmi yang berkaitan dengan media sosial penelitian.

Mengapa aktivasi akun resmi? Ketua BPP Badri Munir Sukoco, Ph.D, mengungkapkan, aktivasi akun resmi itu dilakukan untuk meningkatkan awareness pihak luar terhadap kepakaran sumber daya manusia di UNAIR.

“Kita ingin semua pihak terlibat dengan program-program WCU yang kita inisiasi. Jadi, tugas untuk mencapai 500 besar, atau Webometrics nomor (peringkat) berapa, itu tidak hanya tugas pimpinan, rektorat, dekan, atau KPS (koordinator program studi), tetapi semua dosen dan mahasiswa itu harus terlibat,” tutur Badri.

Di pihak pengajar, dosen akan difasilitasi untuk mengaktifkan akun Google Scholar, Research Gate, academia.edu, Mendeley, dan Orcid. Akun-akun tersebut digunakan untuk memublikasikan penelitian dosen yang sudah dimuat dalam jurnal. Bila pengguna (dosen) telah memublikasikan penelitian di media tersebut, data statistik mengenai jumlah sitasi akan mudah diakses.

Badri Munir Sukoco
Badri Munir Sukoco., Ph.D ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas Airlangga (Foto: UNAIR NEWS)

“Kita ingin nge-boosting (meningkatkan) citation (sitasi). Selama ini dosen kita bila memiliki publikasi cenderung tidak ditampilkan. Kedua, untuk ranking QS, jangan lupa bahwa 20 persen berasal dari citation. Bagaimana (penelitian) kita bisa tersitasi kalau kita sendiri tidak pernah menyampaikan ke orang bahwa kita punya tulisan tentang itu,” imbuh Ketua BPP.

Selain dosen, mahasiswa juga perlu membangun kebiasaan menulis di media sosial, seperti blog. Mahasiswa bisa menulis mengenai tugas kuliah, atau pengalaman lainnya. Harapannya, setelah mahasiswa terbiasa menulis di blog, maka menulis jenis artikel seperti makalah, laporan, hingga tugas akhir bisa lebih mudah.

Keuntungan lain yang bisa didapatkan dari publikasi penelitian di media sosial adalah bisa memperluas jejaring dan melakukan kolaborasi penelitian.

“Secara pribadi, kalau saya mempunyai tulisan di akun socmed (media sosial), tulisan saya diminta. Hi, Badri, please send me your article. Nanti tulisan saya disitasi. Kedua, kalau kita bisa diskusi secara konstan, kita bisa melakukan kerja sama penelitian. Eh kayaknya penelitianmu cocok deh sama aku, kita joint research dong,” ujar pengajar di Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNAIR itu.

Badri melanjutkan, bila seluruh dosen UNAIR yang berjumlah sekitar 1.800 orang melakukan hal yang sama, bukan tak mungkin langkah menuju perguruan tinggi kelas dunia tak mengalami tantangan berarti.

Sejak Jumat lalu (16/12) sampai Selasa (27/12) mendatang, tim BPP akan mendatangi dosen ke fakultas-fakultas untuk membantu aktivasi akun e-mail resmi dan media sosial akademisi UNAIR. Jumat lalu, roadshow telah dilangsungkan di Fakultas Perikanan dan Kelautan, dan Fakultas Vokasi. Senin (19/12), tim mendatangi akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Hukum. (*)

Penulis : Defrina Sukma S
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu