Hikmah Sering Magang, Intan Lazuardi Jadi Wisudawan Terbaik FPK

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
INTAN Lazuardi Nugroho, wisudawan terbaik S-1 FPK. (Foto: Defrina S.S)

UNAIR NEWS – Kegiatan perkuliahan memang penuh warna. Keasyikan itu bisa ditemukan melalui bangku akademis maupun kegiatan kemahasiswaan. Bagi Intan Lazuardi Nugroho, S.Pi, salah satu kegiatan yang banyak memberi warna dalam hidupnya adalah ketika bisa mengikuti seminar internasional bersama dosen pembimbingnya.

Dalam seminar di Balikpapan tahun 2016 itu, abstrak penelitiannya diterima pihak panitia. Alumnus prodi S-1 Teknologi Industri Hasil Perikanan ini mengusung penelitian tentang mendemineralisasi dampak buruk cangkang kerang terhadap lingkungan. Intan mengaku, ia tak pernah membayangkan bisa hadir di forum akademisi yang diikuti sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Selain mengikuti seminar, peraih IPK 3,83 itu juga aktif mengikuti kegiatan magang. Terhitung, Intan sudah empat kali magang di tempat pelatihan yang berbeda. Awal 2015 lalu ia pernah magang di bagian penjaminan mutu di salah satu perusahaan perikanan di Banyuwangi, dan  bertugas mengawasi produksi udang.

Tahun 2014 juga pernah kerja magang di Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan di Jakarta. Selama di Jakarta, ia bertugas menganalisis mikrobiologi pada produk kosmetik dari bahan dasar rumput laut. Di tahun yang sama, Intan juga magang di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau di Jepara. Disini ia bertugas untuk memproduksi pakan ikan buatan dengan campuran enzim papain. Di Jepara, perempuan asal Sidoarjo ini turut membantu produksi pakan untuk udang. Setahun sebelumnya, ia juga pernah magang di Balai Karantina Ikan Kelas I di Juanda, Sidoarjo.

”Dengan magang itu kami bisa ngerasain sedikit tentang dunia kerja. Lagi pula, magang itu beda banget dengan praktikum di kampus. Kalau di kampus, praktikum dilakukan secara berkelompok. Tapi, kalau magang di balai, praktikum bisa dilaksanakan secara mandiri. Kita tinggal minta ke (pihak,red) sana mau diajari apa,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan magang merupakan salah satu cara untuk mengisi waktu ketika kegiatan perkuliahan libur. “Daripada nggak ngapa-ngapain ketika liburan, ya saya pilih ikut magang untuk ngisi waktu luang,” tutur Intan.

Di bidang kemahasiswaan, Intan juga tergabung dalam grup UKF Paduan Suara. Bersama grup paduan suara ia pernah mengisi berbagai acara, seperti simposium perikanan dan acara-acara lainnya. Dalam tugas akhirnya, ia yang mahir menggunakan aplikasi perpajakan berupa e-faktur ini menulis skripsi berjudul “Pengaruh Konsentrasi Asam Klorida dan Suhu Demineralisasi terhadap Karakteristik Kitin Cangkang Kerang Kampak (Atrina pectinata)”. Disini ia meriset keberhasilan cangkang kerang untuk menghasilkan kitin dengan menggunakan metode demineralisasi.

“Kitin dapat dihasilkan dari limbah cangkang kerang. Tapi, saat ini, pemanfaatan cangkang kerang belum banyak diteliti. Padahal, lumayan kalau limbah cangkang ini bisa dimanfaatkan karena bisa mengurangi dampak pencemaran lingkungan,” imbuh gadis kelahiran 11 Maret 1994. (*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor: Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu