Ayu Dewi Pramita, M.Si wisudawan terbaik S-2 Fakultas Sains dan Teknologi dengan IPK 3.79 (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Keanekaragaman hayati yang luar biasa dimiliki Indonesia, memiliki potensi besar sebagai tanaman obat. Keunggulan ini yang akhirnya menarik perhatian Ayu Dewi Pramita, M.Si, mahasiswi S-2 Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga. Ayu melakukan penelitian untuk bahan tesis dengan objek tanaman Sambung Nyawa.

Melalui tesis yang ia angkat dengan judul “Pertumbuhan dan Kadar Flavonoid pada Kultur Tunas Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr) dalam Media Padat dan Bioreaktor Perendaman Sementara”, Dewi memperoleh predikat sebagai wisudawan terbaik S-2 FST dengan IPK 3.79.

Dewi melihat adanya kandungan flavonoid yang terdapat dalam tanaman Sambung Nyawa, yang berkhasiat untuk dijadikan obat demam dan hipertensi. Karena khasiatnya yang begitu besar, maka perlu adanya pelestarian dengan ilmu rekayasa genetika berupa kultur jaringan.

Melalui usaha keras dalam menyelesaikan studinya, mahasiswa asal Situbondo ini akhirnya dapat menyelesaikan studi S-2-nya dalam tiga tahun. Tak terbesit sekalipun di benak Dewi untuk menjadi wisudawan terbaik dalam wisuda Desember ini, hanya saja ia selalu optimis dalam melakukan yang terbaik dari yang ia kerjakan setiap hari.

“Sebenarnya tidak ada motivasi sama sekali untuk menjadi wisudawan terbaik. Saya hanya melakukan yang harus saya lakukan dan sebisanya tetap melakukan yang terbaik,” tuturnya.

Diakui sempat gagal berulang-kali dalam penelitian. Dewi pun nyaris patah arang  dalam penelitian itu. Tetapi berkat dukungan orang-orang terdekatnya, seperti orang tua, dosen pembimbing, dan teman yang selalu memotivasi, akhirnya Dewi dapat menyelesaikan tesisnya secara memuaskan.

Sebagai agen perubahan, ia berharap supaya masyarakat mulai sadar bahwa banyak sekali tanaman obat di lingkungan rumah, dan tentunya mudah ditanam dan dapat dijadikan sebagai tanaman obat keluarga.

“Hasil penelitian ini nanti akan saya informasikan kepada masyarakat, terutama pada penggunaan Sambung Nyawa sebagai obat tradisional. Sambung Nyawa ini mudah sekali tumbuh dan berkembang biak, jadi dapat dijadikan toga (tanaman obat keluarga),” kata Dewi. (*)

Penulis: Disih Sugianti
Editor : Binti Quryatul Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone