Teknologi Medis dan Industri Berbahan Sensor Serat Optik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PROF. Moh Yasin saat menyampaikan orasi ilmiah di Aula Garuda Mukti, Gedung Pusat Manajemen UNAIR, Sabtu (10/12). (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Sidang Terbuka Universitas Airlangga yang dipimpin Rektor Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., Sabtu (10/12) kemarin mengukuhkan tiga Guru Besar (Gubes) baru UNAIR. Prosesi pengukuhan kemarin berlangsung di Aula Garuda Mukti, Gedung Pusat Manajemen Universitas Airlangga, Kampus C Jl. Dr. Ir. Soekarno, Mulyorejo, Surabaya.

Salah satu Gubes yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. Moh. Yasin, M.Si., Guru Besar dalam bidang Ilmu Fisika Optik pada Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR. Dalam orasi ilmiah pada sidang pengukuhannya tersebut, Prof. Moh Yasin menyampaikan orasi berjudul ”Pengembangan Teknologi Sensor Serat Optik dalam Menuju Kemandirian Bangsa”.

Disampaikan oleh Prof. Moh Yasin, Fisika Optik merupakan cabang Ilmu Fisika yang mempelajari tentang pembangkitan radiasi elektromagnetik, sifat radiasi, dan interaksi cahaya dengan bahan. Interaksi cahaya dengan bahan ini dapat terjadi berdasarkan atas fenomena optis seperti pantulan, pembiasan, transmisi, dan hamburan. Sensor Serat Optik (SSO) yang merupakan bagian dari sensor optik adalah sensor yang menggunakan serat optik sebagai unsur pengindera perubahan fisis yang akan terjadi.

“Jadi intinya, ada cahaya laser ditembakkan ke suatu media dan dipantulkan. Nah, pantulan itulah yang dimodifikasi,” kata Guru Besar FST UNAIR ini dalam jumpa pers.

Kendati metode yang diungkapkan Prof. Yasin terbilang sederhana, namun banyak peralatan yang menggunakan metode serupa namun dengan harga yang mahal.

”Sebenarnya metodenya sangat sederhana, tapi ada sebuah produk yang harganya kalau nggak salah Rp 5 miliar, padahal metodenya juga sama,” jelas Gubes yang pernah meraih penghargaan sebagai sivitas dengan Publikasi Terbanyak di UNAIR tahun 2015 ini.

Terkait metode yang telah dijelaskan, Prof. Yasin akan membuat sebuah prototype dengan piranti SSO. Prototype ini diharapkan dapat membantu bidang medis dan industri. Bahkan, ia berharap pada tahun 2020 nanti sudah berhasil membuat sistem SSO sebagai fundamental yang kuat dalam penguasaan teknologi SSO untuk aplikasi di bidang medis dan industri.

Menurut Prof. Yasin, teknologi SSO ini memiliki beragam keunggulan, baik bidang medis maupun industri. Dalam bidang industri, SSO dapat dimanfaatkan untuk banyak aplikasi seperti suhu, getaran, tekanan, regangan, arus listrik dan lainnya.

“Salah satu keunggulan di bidang medis adalah bisa sebagai aplikasi deteksi dini kanker payudara. Bisa juga digunakan sebagai pengukur detak jantung,” jelasnya.

Catatan bidang Direktorat Sumber Daya UNAIR, Prof. Moh Yasin ini tercatat sebagai Guru Besar Universitas Airlangga yang ke-453 sejak UNAIR berdiri tahun 1954. Sedangkan dihitung sejak UNAIr menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), Prof. Yasin merupakan Guru Besar UNAIR ke-161. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu