Pasien Celah Wajah RS UNAIR Akan Jalani Operasi Tahap Kedua

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Pasien facial cleft Tutik Handayani (kanan) dan Dokter Indri Lakshmi Putri (kiri) saat menjelaskan hasil rontgen struktur wajah Tutik pasca operasi I di RS Universitas Airlangga (14/12).

UNAIR NEWS – Tutik Handayani, pasien facial cleft atau yang biasa disebut celah wajah akan menjalani operasi celah wajah tahap kedua pada Rabu (14/12). Operasi akan dilangsungkan pada pukul delapan pagi hari dan berlangsung setidaknya selama enam jam.

Pernyataan itu disampaikan oleh dokter bedah plastik yang menangani operasi facial cleft Tutik yakni Indri Lakshmi Putri, dr., Sp.BP-RE (KKF), dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Airlangga, Selasa (13/12). Dalam konferensi pers tersebut dihadiri oleh tim dokter yang menangani Tutik, Direktur RS UNAIR Prof. Dr. Nasronudin, Sp.PD, K-PTI, dan Manajer Pelayanan Medis RS UNAIR Muhammad Ardian Cahya Laksana, dr., Sp.OG.

Menurut dokter yang akrab disapa Putri itu mengatakan, operasi tahap kedua akan menutup celah pada tulang wajah. Penutupan celah itu kemungkinan akan menggunakan tulang wajah sebelah kiri milik Tutik yang berlebihan. Dikatakan dokter Putri merujuk pada hasil rontgen, rahang gigi sebelah kiri Tutik terdiri dari tiga lapis sehingga menyerupai belalai.

“Langit-langit ini lebih besar celahnya. Rencananya, memang kita ubah dengan menutup celah pada lubang. Di sini (wajah sebelah kiri) kan ada celah pada tulang. Rahang yang kiri ini dobel karena ada tulang tambahan (berlebihan). Ini nanti kita buang kelebihannya, dan kita gunakan untuk menutup celah tulang yang ada di kanan dan kirinya,” jelas dokter Putri.

Setidaknya, ada tiga tantangan yang akan dihadapi oleh tim dokter yang menangani Tutik. Pertama, adanya kemungkinan risiko pendarahan saat operasi. Kedua, kesulitan membius. Ketiga, struktur gigi geligi yang berlapis akan menjadi pekerjaan tambahan bagi dokter gigi untuk merapikan susunan gigi.

Operasi yang akan dijalani Tutik esok hari ini akan ditangani oleh empat dokter yang berasal dari disiplin ilmu berbeda, yakni bedah plastik, mata, orthodonsia, dan anestesia. Selain di luar tindakan medis, ada pula tim psikiatri yang mendampingi Tutik.

Usai operasi tahap kedua dilakukan, enam bulan setelahnya, akan kembali dilakukan operasi tahap ketiga. Rencananya, Tutik akan dioperasi setidaknya empat hingga lima kali. “Yang penting bisa memperbaiki kualitas dan fungsi. Di antara operasi kedua dan ketiga, kayak operasi rahang sementara kita habis nambal tulang, kan kita menunggu tulangnya stabil dulu. Biasanya operasi gap-nya bisa lima atau enam bulan,” tutur dokter Putri.

Sebelumnya, Tutik menjalani operasi celah wajah tahap pertama pada tanggal 18 Agustus lalu. Pada operasi pertama, dokter menyambung otot, kulit, dan tulang wajah. Selain ketiga itu, dokter juga memperbaiki posisi mata Tutik. Kondisinya pun kian membaik.

Usai operasi pertama, setiap minggunya Tutik rajin melakukan kontrol dan melakukan pencabutan gigi di RS UNAIR. Dari sisi kejiwaan, dokter Izzatul Fitriyah mengatakan bahwa Tutik siap menjalani operasi celah wajah tahap kedua.

“Tutik siap untuk menjalani operasi tahap yang kedua. Ke depan, Tutik ini kan penglihatannya kurang begitu bagus sehingga belum terbentuk konsep orang ini seperti apa. Nanti kita akan intervensi, selain ke dirinya, juga ke lingkungan sekitarnya,” tutur dokter Izza.

Terkait dengan pembiayaan, biaya operasi Tutik akan sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Bila plafon yang digunakan sudah maksimal, maka Ikatan Alumni UNAIR (IKA-UA) akan membantu untuk menutup kekurangan pendanaan.

Direktur RS UNAIR dalam konferensi pers juga mengimbau kepada masyarakat bila menemui orang dengan penampilan yang abnormal agar segera dirujuk ke rumah sakit. “Bila tidak segera ditangani, maka tingkat kesulitan akan lebih tinggi,” tuturnya.

Penulis : Defrina Sukma
Editor : Faridah Hari

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu