Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, menerima tim dari Fakultas Hukum (FH), Universitas Airlangga (UNAIR), yang berhasil menjadi juara umum dalam acara National Moot Court Competition yang diselenggarakan oleh FH Universitas Indonesia.
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sebanyak 20 mahasiswa yang bergabung dalam tim dari Fakultas Hukum (FH), Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil menjadi juara umum dalam acara National Moot Court Competition yang diselenggarakan oleh FH Universitas Indonesia. Kompetisi final penentu juara itu dilangsungkan pada Jumat sampai Minggu (2-4 Desember) lalu.

Mereka berhasil menyabet juara setelah melakukan peradilan semu mengenai kasus hukum pidana lingkungan. Seperti peradilan aslinya, para delegasi terbagi ke dalam beberapa majelis hakim, jaksa penuntut umum, penasihat hukum, panitera, saksi, dan tentu saja terdakwa.

Dari 20 mahasiswa yang mengikuti, ada 16 orang yang berperan dalam posisi-posisi tersebut. Mereka adalah Almas Sidda Bahiya (2014), Bintang Samudera (2015), Arif Firmansyah Herliyanto (2015), Roynaldo Mora Sitorus (2014), Nahdlotul Fadilah (2015), Novella Intan Chusna (2014), Bayu Ari Winarno (2014), Yoshua Danuri Damanik (2014), dan Hanifah Ayu Nandasari (2013).

Ada pula Mohammad Amar Abdillah (2014), Shoimatuz Zahro (2014), Hajita Cahyo Nugroho (2014), Rizka Fatrian (2015), Nina Farah Adela (2014), dan Hidayatur Rohman (2015). Selain peserta peradilan semu, ada pula pihak pendamping peserta Gilang Izzuddin Amrullah (2014), Rendy Triherwanto (2013), Renda Aranggraeni (2015), dan Muchammad Usama Martak (2015).

Rendy, salah satu anggota tim mengatakan, pihaknya mendapatkan disposisi kasus dari panitia. Setelah itu, mereka diminta untuk mempersiapkan segala urusan persidangan, mulai dari berkas tuntutan, alat serta barang bukti atas kasus tersebut.

“Setelah kami mempersiapkan semuanya, kami dituntut untuk menampilkannya. Untuk kasus final, kami mendapatkan disposisi kasus penyelundupan satwa yang dilindungi. Sedangkan pada babak penyisihan, kami mendapatkan kasus pembakaran lahan hingga menyebabkan adanya pencemaran udara,” tutur Rendy.

Dalam kompetisi itu, delegasi FH UNAIR bersaing dengan delegasi asal perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, antara lain Universitas Padjajaran, Universitas Trisakti, Universitas Diponegoro, dan Universitas Bina Nusantara.

Selama latihan, mereka dibimbing langsung oleh salah satu pakar hukum administrasi FH UNAIR Franky Butar Butar, S.H. Mereka terus berlatih selama empat bulan sebelum waktu final, terhitung sejak bulan Agustus. Akhirnya, setelah berlatih giat dan menyisihkan lawan-lawan, delegasi FH berhasil memboyong tiga dari lima kategori terbaik, yaitu Hakim Terbaik, Penuntut Umum Terbaik, dan Penasihat Hukum Terbaik.

Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, memberikan apresiasinya kepada pemenang kompetisi peradilan semu. Delegasi diterima di Ruang Rektor, Kantor Manajemen UNAIR, Jumat (9/12). Selain Rektor UNAIR, ada pula Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Subhan, S.H., M.H., C.N., dan pembimbing tim Franky.

“Saya sampaikan selamat karena rekan-rekan sudah mengibarkan bendera biru kuning milik UNAIR di pentas nasional. Paling tidak, kemenangan dari lomba ini sudah berhasil menambah kepercayaan diri. Kita akan dorong terus ke depan. Cuma, jangan sampai mengabaikan kuliah,” pesan Rektor.

Selain apresiasi kepada tim, Prof. Nasih juga berterima kasih kepada Franky yang telah membimbing tim sampai ke babak final dan mendapatkan juara.

“Teman-teman mahasiswa ini yang memang hebat,” Franky menanggapi. (*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).