Menggalakkan Riset untuk Memperbaiki Daya Saing Nasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ketua Dewan Riset Nasional RI Dr. Ir. Bambang Irawan menyerahkan suvenir buku Agenda Riset Nasional tahun 2016-2019 kepada Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Daya saing di Indonesia tahun ini menurun dari 37 ke 41. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Ketua Dewan Riset Nasional (DRN) RI Dr. Ir. Bambang Irawan, IPU, penyebabnya adalah ketidaktersediaan sumber daya manusia yang mumpuni untuk melakukan riset.

Menurut Bambang, persentase tenaga bidang penelitian dan pengembangan (litbang) terbesar terdistribusi ke tiga bidang yakni tembakau, logam dasar, mesin dan perlengkapan. Akibatnya, tenaga yang melakukan riset berjumlah minim.

“Daya saing bisa terjadi kalau didukung sumber daya manusia yang kuat. Acuannya adalah ekspor industri manufaktur,” tutur Bambang.

Selain persoalan sumber daya manusia (SDM), Ketua DRN mengutip pernyataan B.J. Habibie, tantangan dalam perkembangan riset adalah ketiadaan tradisi estafet penelitian.

“Kita nggak punya tradisi. Sudah ada contoh seperti pembatalan pembuatan pesawat terbang. Itu kan tidak berlanjut sampai sekarang,” imbuhnya ketika mengisi acara “Sosialisasi Agenda Riset Nasional 2016-2019”, Kamis (8/12), di Aula Kahuripan 300, Universitas Airlangga.

Agenda riset
Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, tersebut juga diumumkan bahwa ada sembilan bidang riset yang telah digodok dan tercantum dalam buku Agenda Riset Nasional 2016-2019. Buku tersebut telah diluncurkan oleh DRN dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada 9 Agustus 2016.

Kesembilan bidang itu adalah pangan dan pertanian, energi, kesehatan dan obat, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, teknologi pertahanan dan keamanan, material maju, dan sosial humaniora.

Di bidang energi, misalnya, tema penelitian yang sudah teragendakan antara lain pengembangan bahan bakar berbasis energi terbarukan, pengembangan energi baru dan teknologi energi bersih, pengembangan kelistrikan berbasis energi terbarukan, dan kajian kebijakan nasional di bidang energi untuk mendukung pembangunan energi keberlanjutan.

Di bidang transportasi, tema penelitian yang sudah teragendakan adalah teknologi infrastruktur transportasi, teknologi sarana transportasi, integrasi sektor pendukung dan pendorong transportasi, dan tatakelola dan pendanaan transportasi.

Dr. Ir. Lala M. Kolopaking, anggota Komisi Teknis Sosial Humaniora DRN RI, mengatakan output dari hasil riset adalah varietas baru tanaman, strain baru ternak/ikan, prototipe alat/mesin, metode/pilot project, model, dan startup company.

UNAIR menjadi institusi pertama yang dituju oleh DRN dalam melakukan sosialisasi agenda riset nasional. Terkait tahap implementasinya, agenda riset akan disosialisasikan ke institusi terkait, lalu operasionalisasi, pemantauan, dan evaluasi. (*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor : Faridah Hari

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu