FESHA Febbiyanti, wisudawan terbaik S-1 Fakultas Farmasi UNAIR saat mengikuti wisuda, Desember 2016. (Foto: Bambang ES)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Dengan berhasil mempertahankan skripsinya berjudul “Penetapan Profil Kromatgram Ekstrak Sambiloto (Andrographis Paniculata Nees) dengan metode KLT-Densitometri”, turut andil mengantarkan, Fesha Febbiyanti, S.Farm menjadi wisudawan terbaik jenjang S-1 Fakultas Farmasi Universitas Airlangga periode Desember 2016. Tujuan penelitiannya itu antara lain untuk mengetahui profil kromatigram dari ekstrak sambiloto sebagai proses kontrol kualitas. Untuk itu semua, mahasiswa yang akrab disapa Febri ini, mengaku harus rela menggunakan hari liburnya untuk menyelesaikan tugas akhirnya ini.

“Dalam menyelesaikan tugas akhir dengan proses penelitian di laboratorium, saya sering lembur di hari libur, yaitu hari Sabtu. Bahkan di dalam laboratorium itu juga sambil mendengarkan musik yang diputar di komputer laboratorium,” ujar bungsu dari dua bersaudara ini.

Berbicara mengenai kesibukan selama kuliah, mahasiswi angkatan 2012 ini pernah berkarya dalam dunia kepenulisan. Pada kegiatan lomba menulis cerita pendek (cerpen) yang diadakan Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI), cerpen tulisannya diterbitkan menjadi buku dengan judul “Meneguk Air Mata Ibu”. Namun, untuk mengasah keilmuan bidang farmasi, perempuan berkerudung ini sangat suka mengikuti beragam seminar seputar dunia farmasi.

“Untuk seminar saya sangat suka dengan seminar tentang kefarmasian dan kesehatan,” kata Fesha.

Ditanya mengenai trik menjalani studi di FF UNAIR sehingga menjadi yang terbaik, Febri menjelaskan, dalam menyelesaikan tugas ia terus berusaha untuk mengerti dengan jelas dan benar apa saja yang akan dilakukan saat penelitian. Hal itu bertujuan untuk memahami data apa saja yang akan diambil saat penelitan. Perempuan yang hobbi membaca novel ini juga menuturkan, dalam proses penelitian itu penting untuk konsultasi dengan dosen dan bersabar jika ada masalah.

“Sering-seringlah konsultasi dengan dosen pembimbing, meskipun ada masalah kecil juga harus bersabar dan berdoa, karena proses penelitian itu tidak segampang yang kita bayangkan,” katanya. (*)

Penulis: Achmad janni
Editor: Nuri Hermawan.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone