Dorong Siswanya Diterima PTN, SMAN 21 Surabaya Dirikan ’Relili’

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SEMUA siswa kelas XII SMAN 21 Surabaya yang ikut berkunjung ke UNAIR, berfoto bersama seusai menerima penjelasan seputar penerimaan mahasiswa baru. (Foto: Binti Q Masruroh)

UNAIR NEWS – Beragam cara dilakukan Sekolah Menengan Atas (SMA) sederajat untuk mendorong siswa-siswinya agar semakin banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) setelah lulus. Salah satunya ditempuh SMA Negeri 21 Surabaya, seperti disampaikan Budi Santoso, M.Pd., pengajar dari SMAN 21 Surabaya menuturkan, kiat-kiat sekolah dalam meningkatkan jumlah peserta didik yang diterima di PTN dari tahun-ketahun.

Dalam mendampingi kunjungan peserta didiknya ke Universitas Airlangga Rabu (12/7), di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen, Kampus C, UNAIR, sejumlah 240 peserta didik kelas XII yang terdiri dari peminatan ilmu alam, ilmu sosial, dan Bahasa, itu melakukan kunjungan ke UNAIR dengan tujuan menggali informasi seputar UNAIR dan jalur masuk di UNAIR.

Ia menuturkan, untuk masuk PTN ternama seperti UNAIR, persaingan begitu ketat. Apalagi, peminat UNAIR khususnya, bukan hanya masyarakat Surabaya, namun sudah meliputi ratusan SMA tingkat nasional dari puluhan provinsi.

“Kami memiliki skenario anak-anak untuk dibimbing, yaitu untuk membuat karya ilmiah yang linier dengan apa yang ingin dan sedang dicapai,” ujar Budi.

Ia menyadari betul, sekolah yang baik bukan hanya yang dapat mengantarkan siswa-siswinya memperoleh nilai tinggi dalam ujian nasional. Namun, seberapa besar sekolah dapat mengantarkan putra-putrinya masuk ke PTN.

“Karena sekolah yang baik bukan hanya nilai ujian nasional yang tinggi, tapi seberapa banyak peserta didiknya masuk ke PTN,” paparnya.

Budi menuturkan, di SMAN 21 Surabaya memiliki lembaga Riset Lingkungan Hidup dan Literasi (Relili). Ia yang menjabat sebagai Ketua Relili menuturkan, bersama tim terus menerus mengembangkan lembaga riset itu. Siswa-siswi yang tergabung dalam Relili akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk masuk perguruan tinggi. Sebab menurutnya, beberapa PTN mengakui prestasi di bidang karya ilmiah memperoleh bobot tinggi dalam penerimaan mahasiswa baru.

Melalui Relili, SMA 21 telah banyak mengantarkan siswanya memperoleh beragam prestasi, baik tingkat kota, provinsi, nasional, dan internasional. Salah satu prestasi di tingkat internasional adalah keberhasilan siswa SMA 21 dalam mengikuti karya ilmiah di Taiwan. Ialah simple biosystem, mengukur kualitas air sungai Kalimas dengan biosistem sederhana. Karya ilmiah itu berhasil mendapatkan Juara III di Taiwan.

“Tiap tahun SMA 21 Surabaya membuat karya ilmiah. Dan kami penyumbang karya ilmiah terbesar di setiap event lomba peneliti belia tingkat nasional. Keunggulan kami di riset ini. Salah satunya untuk mengantarkan anak-anak menuju ke PTN ternama yang mereka ingini,” paparnya.

Usaha lain dalam mengantarkan siswanya menuju PTN adalah dengan rajin mengikutkan siswa-siswi dalam olimpiade tingkat nasional maupun internasional.

Dengan pelaksanaan kunjungan ke UNAIR, Budi berharap siswanya semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas belajar mereka.

“Kunjungan sekolah kali ini sangat sesuai dengan tujuan awal kami. Penjelasan dari Pak Imam Siswanto dari PPMB UNAIR sangat jelas dan detail. Begitu pula motivasi yang diberikan kepada siswa didik kami bagus sekali. Harapannya lebih banyak anak didik kami yang diterima di UNAIR,” pungkasnya. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor: Bambang ES

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu