’Working Mom’ Ayu Lawuningtyas, Lulus Terbaik S-2 Farmasi UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
AYU Lawuningtyas H, M.Farm ketika mengikuti wisuda di gedung ACC UNAIR, Sabtu (3/12). (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Ayu Lawuningtyas Hariadini, M.Farm menjadi wisudawan terbaik jenjang S-2 Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Ia lulus dari program studi Magister Ilmu Farmasi minat studi kebijakan dan Manajemen Farmasi FF UNAIR, dan meraih IPK nyaris sempurna yaitu 3.95.

Kesuksesan Ayu ini juga tak lepas dari usahanya mempertahankan tesisnya yang bertajuk “Analisis Beban Kerja Apoteker Ruang Rawat Inap dalam Melakukan Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit Tipe A (Studi di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)”.

Perempuan yang suka mengajak anaknya mengunjungi tempat-tempat bersejarah ini pernah mendaptkan predikat Best Student Paper Award dalam 2nd Annual International Conference on Pharmacology and Pharmacetical Sciences (PAHRMA 201). Ayu menceritakan pengelamannya dalam menyelesaikan tugas akhirnya ini, yang diibaratkannya sebagai Working Mom.

 “Saya adalah Working Mom dengan seorang putri dan sampai saat ini suami baru bisa memberikan support dari jarak jauh,” kata perempuan yang akrab disapa Ayuk. Ia merasa beruntung instansi memberikan pembebasan tugas belajar selama dua tahun, sehingga ia dapat fokus pada penyelesaian studi.

Dalam tesisnya, pengajar di Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran UB ini bertujuan memberikan kajian terhadap upaya pemenuhan kebutuan tenaga kesehatan, khususnya apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan. Baginya, upaya itu dapat dilakukan melalui analisis terhadap beban kerja dan kebutuhan tenaga apoteker dalam melakukan pelayanan farmasi.

“Penelitian tersebut akan memakan waktu lama jika saya mengerjakan sendiri, jadi waktu penelitian itu saya merekrut sejumlah enumetor penelitian,” imbuhnya.

Dari tesisnya yang mengambil data dari RSUD Dr. Saiful Anwar Malang ini, membuat perempuan kelahiran Kediri, 10 Juni 1988 ini harus rela membawa anaknya Malang-Surabaya pergi-pulang (PP).

“Dari anaknya saya masih berumur setahun hingga sekarang tiga tahun, dia dengan setia mendampingi saya. Tapi saya tetap harus membagi waktu untuk memperhatikan tumbuh kembangnya juga,” pungkasnya. (*)

Penulis : Mohammad Janni
Editor : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu