Kuliah Tamu Jurnalistik, Sinergikan Teori dengan Praktisi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Ida Bagus Putera Manuaba, M.Hum., bersama kedua materi saat kuliah umum Bahasa Indonesia Jurnalistik (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Melibatkan praktisi secara langsung dalam pembelajaran akan memberikan pengetahuan yang lebih mendalam kepada mahasiswa. Hal itulah yang dilakukan oleh Departemen Sastra Indonesia Universitas Airlangga dalam kuliah tamu yang bertajuk “Kiat Menulis Opini di Media Massa”.

Acara yang dilaksanakan di Aula Siti Parwati pada Rabu (7/12), dibuka langsung oleh Wakil Dekan I FIB UNAIR Puji Karyanto, M.Hum. Dalam sambutannya, Puji menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari departemen untuk meningkatan kualitas mahasiswa dalam memahami jurnalistik lebih dalam dan langsung kepada pelakunya.

“Dengan kuliah ini saya harap akan banyak hal yang dibagi untuk mengenalkan mahasiswa dengan dunia jurnalistik,” harap Puji.

Hadir sebagai moderator kuliah tersebut Prof. Ida Bagus Putera Manuaba, M.Hum. menyampaikan bahwa ia ingin mata kuliah yang diampunya bisa dipraktikan langsung oleh mahasiswa. Selain itu, Guru Besar pertama FIB UNAIR tersebut juga berharap bahwa dengan mendatangkan praktisi di tengah mahasiswa bisa menambah gairah menulis anak didiknya.

“Kami harapkan dengan ini mahasiswa bisa lebih produktif dengan pengalaman langsung di lapangan,” ujarnya.

Pemateri pertama yang memaparkan mengenai penulisan opini, Agus Muttaqin menyampaikan beberapa hal mengenai karakter penulisan opini dan cara menyusun kerangka penulisan opini. Redaktur artikel opini pada harian Jawa Pos tersebut juga menegaskan bahwa hal terpenting dalam teknik menulis opini di media adalah bahasa yang komunikatif, ringkas, dan tidak bertele-tele.

“Kecenderungan pembaca kini adalah membaca tulisan yang tidak panjang, enak dibaca, dan gampang dicerna,” ulasnya.

Selanjutnya, pemateri kedua yakni Frido Sri Adawina. Alumni Sastra Indonesia yang kini berprofesi sebagai editor bahasa harian Jawa Pos menjelaskan, sebagai editor bahasa pada media massa harus mengetahui kebutuhan pembaca. Baginya, bahasa koran yang baik adalah bahasa yang membuat pembaca senang.

“Untuk bahasa koran yang baik adalah bikin pembaca senang. Dengan senang pembaca akan dapat menyerap informasi yang ada dalam berita itu,” paparnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan
Editor:  Faridah Hari

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu