Waspadai Virus Zika, FKM UNAIR Gelar Simposium “Virus Zika Kepung Indonesia”

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana Simposium “VIRUS ZIKA Kepung Indonesia” di Mercure Hotel Surabaya (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Indonesia perlu memproteksi sejak dini dari ancaman virus zika. Pasalnya, virus tersebut sekarang sudah menyerang ke negara tetangga seperti beberapa kawasan di Singapura dan Malaysia. Meningkatnya prefalensi wabah dari setiap tahunnya ini, mengakibatkan status Indonesia saat ini berubah menjadi darurat nasional, meskipun saat ini masih di wilayah Jambi yang terindikasikan adanya virus ini.

Menanggapi kasus ini, sejumlah akademisi dan peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas bersama Airlangga Health Science Institute (AHSI) menggelar 1st International Symposium of Public Health dengan mengusung tema “Emerging and Re-emerging Disease” di Mercure Hotel Surabaya, Rabu (30/11).

Pertemuan yang melibatkan 164 peserta ini berasal dari berbagai kalangan seperti Mahasiswa S1, S2 dan S3 FKM UNAIR, FKM Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Soedirman, UMI Makassar, Rumah Sakit Muji Rahayu dan Mahasiswa asing UNAIR asal Nigeria, Namibia, Yaman, dan Thailand. Turut hadir pula tiga pembicara utama yaitu Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD., K-PTI, FINASIM., dengan materinya tentang The Role of Universitas Airlangga, Prof. Cordia Chu dengan materinya Managing and Handling Zika in Community Setting dan Dr. Pang Junxiong Vincent dari University of Singapore dengan materi epidemology of Zika.

“Kami mengundang  praktisi kesehatan dari Singapura juga, karena disana sudah banyak penyebaran dari Virus Zika. Sehingga hal ini dapat kita jadikan sebagai langkah untuk mewaspadai virus ini serta dapat dijadikan bahan penelitian pula bagi praktisi di Indoneia,” tutur siti Sumarni selaku ketua Panitia Simposium.

Sri Sumarni mengungkapkan bahwa, sebanyak 164 orang baik itu mahasiswa atau praktisi ikut andil dalam penelitian ini dan sebanyak 89 abstraksi diterima, 52 diantaranya siap untuk dipresentasikan untuk memperebutkan Best Oral dan Best Poster.

Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah dalam mencegah datangnya virus yang dibawa oleh nyamuk bergenus Aedes seperti Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus salah satunya yaitu di bandara. Untuk meminimalisir penyebaran penyakit, seperti yang diutarakan oleh Pimpinan AHSC di sela simposium tersebut.

“Orang yang baru datang dari wilayah endemik dan ada tanda-tanda terinveksi virus dilakukan pemisahan, kemudian dilakukan pemeriksaan kepada penderita Dangue Virus. Jika sedang hamil lebih baik tidak keluar negeri atau terpenting jangan samapai digigit nyamuk. Sejauh ini di Indonesia baru ditemukan satu wilayah yang diserang Virus Zika yaitu Jambi, di Jawa Timur dan Kalimantan masih nol” jelasnya. (*)

Penulis: Disih Sugianti
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu