Kemeriahan Penutupan Program ‘Ayo Belajar’, Bentuk Pengmas BEM FISIP UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa FISIP saat bersalaman dengan anak-anak binaannya. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Penutupan kegiatan Ayo Belajar, program kerja tahunan dari Kementrian Pengabdian Masyarakat BEM FISIP UNAIR berlangsung meriah pada Sabtu (19/11). Beragam penampilan mewarnai penutupan kegiatan, seperti musikalisasi puisi, dance, dan pembawaan lagu yang ditampilkan oleh siswa-siswi SD binaan mahasiswa FISIP UNAIR.

Selain beragam penampilan, penutupan kegiatan juga diwarnai dengan pemberian berbagai penghargaan kepada siswa berprestasi dan relawan pengajar terbaik. Clossing Ayo Belajar dihadiri oleh Ketua BEM FISIP Andre Rahmat Sugiharto, Tatik selaku perwakilan dari Balai RW 5 Mojo, relawan pengajar, dan anak-anak RW 5 Mojo yang menjadi binaan mahasiswa FISIP. Clossing program berlangsung secara meriah di Balai RW 5 Mojo.

Program Kerja Tahunan

Ayo Belajar merupakan bentuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Tujuannya, untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak, baik seputar pelajaran sekolah maupun pelajaran moral. Dalam pelaksanaan program, BEM FISIP UNAIR bekerjasama dengan pengurus RW 5 Mojo. Mereka yang dibina ada sekitar 75 anak, terdiri dari kelas I-VI dari RW 5 Mojo.

“Anak sebagai ujung tombak dari kemajuan negara Indonesia pada masa yang akan datang harus disiapkan sebaik-baiknya dari segi kualitas intelektual maupun moral,” ujar Mohammad Syamsudin Alfattah, Ketua Kementrian Pengabdian Masyarakat BEM FISIP UNAIR 2016.

Ayo Belajar telah berlangsung tiga tahun ini, terhitung sejak pertama kali diadakan pada tahun 2014. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Ayo Belajar berlangsung selama dua kali dalam satu minggu, yakni setiap hari Selasa dan Kamis. Kegiatan Ayo Belajar di tahun 2016 dilaksanakan sejak Maret – November, bertempat di balai RW 5 Mojo.

Mahasiswa FISIP
Mahasiswa FISIP saat memebrikan piagam sebagai simbol bahwa mereka telah berhasil menjalankan program Ayo Belajar di Balai RW 5 Mojo. (Foto: Istimewa)

Relawan Pengajar

Tahun 2016 ini, Ayo Belajar diketuai oleh Yulia Istitania, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan tahun 2015. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 40 mahasiswa aktif FISIP yang tergabung dalam relawan pengajar.

“Relawan pengajar merupakan mahasiswa pilihan yang memiliki potensi dan minat yang tinggi dalam dunia pendidikan. Mereka dituntut untuk aktif dan berkomitmen selama kegiatan Ayo Belajar berlangsung,” ujar Fattah.

Dalam setiap pertemuan, relawan pengajar membimbing para siswa untuk mendalami pelajaran sekolah. Setelah selesai melakukan bimbingan, para relawan pengajar memberikan materi seputar moral.

“Moral yang diajarkan kepada siswa adalah kejujuran, kesabaran, toleransi, saling menghormati, saling mengasihi, dan lain sebagainya. Pembelajaran moral diharapkan mampu menjadikan para siswa memiliki karakter yang positif sejak usia dini,” ujar Mahasiswa S-1 Antropologi ini.

Selain penanaman moral, juga disisipkan kelas budaya yang dilaksanakan selama satu bulan sekali. Kelas budaya bertujuan memberikan pengetahuan kepada para siswa tentang keragaman budaya yang dimiliki Indonesia, sehingga para siswa mencintai keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

Program kelas budaya tahun ini berupa kegiatan pengenalan batik, yakni dengan mengadakan lomba mewarnai batik untuk kelas I-III SD, dan lomba menggambar batik untuk kelas IV-VI SD. Selain mengenalkan batik, kelas budaya yang pernah diajarkan adalah pengenalan lagu-lagu daerah dengan menggunakan metode mengajak para siswa untuk bernyanyi bersama.

“Besar harapan dari Kementrian Pengabdian Masyarakat BEM FISIP UNAIR para siswa yang mengikuti kegiatan Ayo Belajar mampu menjadi generasi yang unggul dan membawa Indonesia menjadi negara yang maju, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang ada pada negara Indonesia,” pungkasnya. (*)

Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu