Linda Kumala Sari mendapatkan predikat wisudawan terbaik periode wisuda Desember 2016 dari prodi Magister Kenotariatan FH UNAIR dengan IPK nyaris sempurna, yakni 3,96. (Foto: UNAIR NEWS)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sosok Linda Kumala Sari mungkin sudah dikenal banyak orang. Ia sering menghiasi layar kaca karena pernah bergabung dengan grup vocal wanita (Girlband)Seven Icon. Linda memiliki nama panggung, Linzy. Tetapi siapa sangka dibalik kepiawaiannya bernyanyi ia juga memiliki sederetan prestasi.

Sejak masih di SMA, Linda sudah mendapat predikat sebagai murid berprestasi di sekolahnya, SMA Budi Luhur, tahun 2006-2009. Di bangku kuliah pun Linda tetap menorehkan prestasinya: mendapat predikat cumlaude dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta. Dan kini ia kembali mendapatkan predikat wisudawan terbaik periode wisuda Desember 2016 dari prodi Magister Kenotariatan FH UNAIR. Ia meraih IPK nyaris sempurna, yakni 3,96. Bahkan Linda juga mengambil Double Degree untuk jenjang magisternya, selain Magister Kenotariatan juga menempuh Magister Ilmu Hukum di FH UNAIR.

Dalam menyelesaikan studi Magister Kenotariatan ini Linda menulis tesis berjudul “Prioritas Perolehan Hak Atas Tanah Terhadap Tanah Bekas Hak Barat yang Telah Menjadi Tanah Negara”. Tesis itu merupakan bentuk keperduliannya terhadap masyarakat, dimana belum ada peraturan yang secara jelas dan sistematis mengatur masalah tersebut. Padahal di masyarakat masih banyak terjadi sengketa kepentingan antara pihak bekas pemegang hak atas tanah bekas hak barat dan pihak pemegang hak baru yang mendapatkan haknya berdasarkan permohonan hak, dimana keduanya merasa memiliki hak prioritas atas tanah.

Kini ia juga mempersiapkan tesis keduanya sebagai syarat kelulusan untuk Magister Ilmu Hukum. Untuk wisuda gelar Magister Ilmu Hukumnya diperkirakan akan mengikuti wisuda pada Maret 2017 mendatang.

Bagaimana cara membagi waktu kuliah? Linda mengaku tidak mudah menjalani dua jurusan sekaligus. Namun ia sadar dengan konsekuensi dan tanggungjawab yang harus dijalani. Jadi bukan menjadi hambatan baginya untuk bisa terus berkuliah di dua jurusan, karena ia sudah memilih dan mempersiapkan semuanya.

Satu hal yang menguntungkan, ia tak pernah mengalami “bentrok” jam kuliahnya. Untuk progam Magister Ilmu Kenotariatan ia memilih kelas pagi, dan untuk progam Magister Ilmu Hukum hanya tersedia kelas malam, jadi Linda bisa dengan baik memaksimalkan waktu itu.

Setelah menyelesaikan S-2-nya ini, Linda ingin bekerja dulu, untuk kemudian memiliki rencana untuk kembali melanjutkan pendidikannya di jenjang Doktoral.

“Dalam melakukan apapun, kita harus bertanggungjawab atas pilihan yang kita ambil. Jika memang sudah mengambil sebuah pilihan untuk menempuh S-2, maka tanggungjawab yang timbul ya harus cepat menyelesaikannya sebaik mungkin. Selain itu juga harus pandai membagi waktu, dan pada saat di kelas harus memperhatikan dengan baik dan menyerap sebanyak mungkin ilmu yang diberikan dosen,” kata Linda. (*)

Penulis: Pradita Desyanti.
Editor: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone