Suasana Seminar dan Workshop tentang Zoonis di FKH UNAIR (Foto : Istimewa)
ShareShare on Facebook31Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Guna menekan bencana penyakit zoonosis, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga menggelar seminar yang bertajuk “Manajemen Bencana dan Analisis Risiko Terhadap Penyakit Zoonosis di Indonesia”. Acara yang dilangsukan di Aula Tanjung Adiwinata teresebut berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 29 dan 30 November 2016. Hadir sebagai pemateri dalam seminar tersebut, Dr. Mustofa Helmi Effendi, drh., DTAPH. Pemateri yang juga dosen FKH UNAIR tersebut menyampaiakan bahwa analisis resiko terhadap penyakit zoonosis kasus anthrax di Blitar, baginya merupakan sebagai proses terintegrasi yang terdiri dari tiga komponen utama.

“Tiga komponen tersebut meliputi, penilaian resiko, manajemen resiko, dan komunikasi risiko,” jelasnya.

Pemateri lain yang juga menyampaikan paparan yakni Ir. Bernardus Wisnu Widjaja, M.Sc. Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapasiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Drh. I Ketut Diarmita, MP., Direktur jenderal Peternakan dan  Kesehatan Hewan, Drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakti Tular Vektor, dan Zoonotik Dr. Dr. Sri Budayanti, SpMK., serta Dr. A.T. Soelih, Estoepangestie, drh., dosen FKH UNAIR.

Pada acara tersebut Wakil Dekan III Prof. Dr. Suwarno, drh., M.Si., menyampaikan bahwa adanya acara tersebut dikarenakan selama ini penyakit zoonosis belum dapat dihilangkan di Indonesia. “Kita berharap bahwa kita bisa memanajemen bencana itu hingga mendapati kerugian seminimal mungkin atau kalau bisa tidak sama sekali,” jelas Ketua Pusat Zoonosis FKH UNAIR.

Dihadapan ratusan peserta yang terdiri dari 11 provinsi yang ada di Indonesia, Prof. Suwarno yang juga sebagai ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Timur ini juga memaparkan tentang rencana dan harapan tindak lanjut dari acara tersebut.

“Harapan kami nantinya kegiatan ini dapat menyumbang solusi kepada pemerintah atau instansi terkait, mengenai penyakit zoonosis ini,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Janni
Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook31Tweet about this on Twitter0Email this to someone