Segera Keluar dari Middle Income Trap

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Gubernur Jatim, Soekarwo.

UNAIR NEWS – Salah satu cara untuk segera keluar dari middle income trap adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Itulah yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo ketika diwawancarai wartawan usai mengisi acara “Outlook 2017: Meningkatkan Peran Daerah: Menjaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di tengah Ketidakpastian Global”, Kamis (1/12), di Hotel Bumi, Surabaya.

Soekarwo menekankan, peningkatan kualitas SDM itu bisa digalakkan dengan menyelenggarakan pendidikan vokasional. Dari sekitar 113 negara yang berusaha keluar dari middle income trap, hanya 10 negara yang berhasil keluar. Salah satunya, adalah Korea Selatan.

“Industri manufaktur perlu didukung dengan SDM yang terampil. Sekolah umumnya harus moratorium dan diganti dengan sekolah kejuruan. Selain pendidikan, pelatihan terhadap inkubator di kabupaten yang sudah lama seperti packaging tak boleh berhenti,” tutur Soekarwo.

Terkait konsep Jatimnomics miliknya, Soekarwo mengakui proyek SMK (sekolah menengah kejuruan) mini memang belum berhasil. Di awal tujuan pembentukan, pihaknya menginginkan agar mereka menjadi tenaga terampil formal untuk bekerja di luar negeri. Namun, banyak dari mereka yang justru memilih menjadi wirausahawan.

“Sebagian besar justru bersekolah sendiri,” imbuhnya.

Pasar dalam negeri

Saat ini, kondisi pasar luar negeri cenderung proteksionis. Maka itu, satu-satunya cara adalah mengekspansi pasar dalam negeri.

“Ekonomi ditentukan oleh konsumsi. Agar konsumsi naik, maka pendapatannya juga tidak boleh turun. Kedua, ditentukan oleh investasi. Investasi dari negara lain bingung mau investasi dalam negeri karena semua turun. Ketiga, ekspor impor. Nah yang ekspor impor itu semua sedang proteksionis. Satu yang bisa kita lakukan adalah pasar dalam negeri kita perbesar,” ujar Gubernur Jatim.

Soekarwo menuturkan, salah satu cara menaikkan pasar dalam negeri adalah membuat harga produk bersaing dengan provinsi lain. “Harus lebih murah dari produk Jawa Barat dan Jawa Tengah. Caranya gimana? Ya dengan cara mengurangi ongkos pembiayaan dan bunga,” tegas Soekarwo. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu