Beragam Narasumber Bahas Masa Depan Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Guna memberi gambaran tentang kondisi Indonesia tahun 2017, Universitas Airlangga menyelenggarakan acara “Outlook 2017: Meningkatkan Peran Daerah: Menjaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di tengah Ketidakpastian Global”, Kamis (1/12), di Hotel Bumi, Surabaya.

Dalam diskusi itu menghadirkan empat pembicara, yakni Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak, Guru Besar Ilmu Politik Prof. Drs. Ramlan Surbakti, M.A., Ph.D, dan Doktor Ilmu Hukum UNAIR Dr. Harjono, S.H., M.CL.

Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan bahwa saat ini, kondisi pasar luar negeri cenderung proteksionis. Maka itu, satu-satunya cara adalah mengekspansi pasar dalam negeri.

“Ekonomi ditentukan oleh konsumsi. Agar konsumsi naik, maka pendapatannya juga tidak boleh turun. Kedua, ditentukan oleh investasi. Investasi dari negara lain bingung mau investasi dalam negeri karena semua turun. Ketiga, ekspor impor. Nah yang ekspor impor itu semua sedang proteksionis. Satu yang bisa kita lakukan adalah pasar dalam negeri kita perbesar,” ujar Gubernur Jatim.

Terkait situasi politik, Prof. Ramlan menyampaikan, kualitas demokrasi di Indonesia tak akan meningkat selama partai politik tak berubah. Meski banyak pernyataan dari luar negeri yang menganggap bahwa politik di Indonesia itu stabil.

“Karena sistemnya parpol di Indonesia itu ‘bancakan’. Semuanya ada ‘pembagian’,” tegasnya. “Harus ada perubahan terkait ‘pembagian’ ini. Nah, yang menentukan perubahan itu adalah parpol sendiri. Sekarang mau nggak parpol itu mengubah hal tersebut,” imbuhnya.

Prof. Dian, dalam paparannya, menyampaikan daya saing daerah mesti ditingkatkan agar daya saing nasional meningkat. Sebab, daya saing daerah akan meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan infrastruktur. Untuk itu, konsep menuju daerah yang berdaya saing dan mandiri mesti didukung dengan pemerintahan yang bersih.

“Birokrasi yang bersih akan menghasilkan pembangunan yang sustainability government. Penerapan e-government bisa menjadi alternatif untuk mendukung birokrasi pemerintahan yang bersih tersebut,” ujar Dian.

Salah satu perwakilan Ikatan Alumni UNAIR Achmad Cholis Hamzah menyarankan agar daerah juga memperhatikan kondisi geopolitik luar negeri.

“Kita harus memperhatikan geopolitik Amerika Serikat dan Eropa agar Indonesia mampu memasuki pagar internasional” paparnya lagi.

Harjono, pakar hukum UNAIR, memberikan apresiasinya dalam acara Outlook 2017. “Saya sangat apresiasi hal-hal yang bersifat teknis bisa dikerjakan dengan saling keterkaitan dengan ilmu lain,” terangnya.

Penulis: Tim UNAIR News

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu