Peluang Kerja WNI di Organisasi Internasional Masih Terbuka Lebar

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Para pembicara dalam seminar “Peluang Bekerja bagi Warga Negara Indonesia pada Organisasi Internasional” di Hotel Swiss-Bellinn, Surabaya, Selasa, (29/11). (Foto: Lovita Martafabella)

UNAIR NEWS – Keanggotaan Indonesia pada lebih dari 200 organisasi internasional (OI) menjadi peluang terhadap upaya Diplomasi Multilateral Indonesia. Salah satunya adalah kesempatan kerja bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dengan OI, baik di dalam maupun di luar negeri.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bagian Kontribusi dan Pencalonan, Direktorat Jenderal Multilateral (Ditjen), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Sam E. Marentek dalam seminar dan pameran bertajuk “Peluang Bekerja bagi Warga Negara Indonesia pada Organisasi Internasional” di Hotel Swiss-Bellinn, Surabaya, Selasa, (29/11).

Seminar ini diselenggarakan berkat kerja sama antara Kemlu RI dengan Universitas Airlangga dan Universitas Pembangunan Nasional. Selain dihadiri narasumber asal Kemlu RI, seminar ini juga dihadiri oleh Joyce Sinaga, pejabat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) United Nations Development Programme (UNDP), dan Juvelia Neviandini, pejabat PSDM Sekretariat Association of South East Asia Nation (ASEAN). Sementara itu, dalam pameran yang berlangsung bersamaan dengan seminar, hadir pula Oemi Praptanto, pejabat keuangan Organisasi Pangan Dunia (FAO).

Dalam seminar, Marentek menjelaskan bahwa Indonesia turut bergabung sebagai anggota ratusan OI di berbagai bidang. Di bidang kerja sama internasional dan regional, Indonesia bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan ASEAN. Di bidang politik dan keamanan, Indonesia bergabung dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan International Criminal Police Organization (Interpol).

Di bidang ekonomi dan pembangunan, Indonesia bergabung organisasi seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan Organisasi Buruh Internasional (ILO). Sedangkan, di bidang sosial budaya, Indonesia bergabung dengan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), dan Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF).

Harapannya, dengan melimpahnya OI yang diikuti Indonesia, WNI dapat memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin untuk mengisi lowongan jabatan profesional pada sekretarian OI. Sayangnya, WNI masih belum banyak memanfaatkan lowongan tersebut.

“Itu terlihat dari sedikitnya pegawai profesional Indonesia yang bergabung dengan Sekretariat PBB di New York dan Sekretariat IAEA di Wina, Austria. Di Sekretariat WTO di Jenewa, Swiss, juga belum ada tenaga profesional dari Indonesia. Bahkan kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga, jumlah WNI yang bekerja pada Sekretariat PBB masih tergolong minim. Jadi, sebenarnya, peluang bagi WNI untuk bekerja di OI masih sangat terbuka,” tutur Marentek.

Joyce, narasumber dari UNDP, menjelaskan bahwa proses rekrutmen di PBB mengutamakan prinsip kejujuran, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Bagi siapapun yang ingin bekerja di PBB, bisa menemukan lowongan pekerjaan di laman resmi https://careers.un.org.

Selain itu, saat ini PBB sedang menggalakkan program rekrutmen pegawai professional PBB (United Nations Young Professionals Program/UN YPP) yang tidak mensyaratkan pengalaman kerja guna menjaring lebih banyak warga negara yang masih belum terwakili (underrepresented) dalam kepegawaian di Sekretariat PBB.

Dalam sesi berikutnya, Juvelia menyampaikan prosedur melamar pekerjaan pada Sekretariat ASEAN. Mengingat lokasi Sekretariat ASEAN yang terletak di Jakarta, besar kesempatan bagi WNI untuk bekerja pada Sekretariat ASEAN, baik sebagai locally recruited staff (LRS) ataupun openly recruited staff (ORS).

Sebelum menutup seminar, Marentek menjelaskan bahwa latar keilmuan yang dibutuhkan untuk mendukung organisasi tak melulu dari jurusan ilmu sosial dan ilmu politik, tetapi hampir semua bidang bergantung kebutuhan suatu OI.

“Untuk yang berasal dari  bidang eksak pun jangan khawatir. Karena kesempatan bekerja bersama OI tidak hanya dimiliki bidang-bidang sosial seperti Politik, Hubungan Internasional, Hukum, dan sebagainya. Bidang apa pun memiliki peluang bekerja bersama OI,” ujar Marentek sebelum menutup seminar. (*)

Penulis: Lovita Martafabella
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu