“Kampoeng Aksi” Mahasiswa Akuntansi UNAIR Banyuwangi Bina Manajemen UKM

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PELAKU UKM di Kelurahan Gombengsari, Banyuwangi, antusias mengikuti pelatihan pembukuan yang diberikan mahasiswa prodi akuntansi PDD UNAIR Banyuwangi. (Foto: Reynaldo Bimatoro)

UNAIR NEWS – “Kampoeng Aksi”. Itulah nama kegiatan yang dipelopori mahasiswa prodi Akuntansi PDD Universitas Airlangga Banyuwangi. Mereka bergerak secara serentak memberikan solusi untuk mengatasi kegalauan dalam kompetisi bisnis pada UKM tradisional di Kelurahan Gombengsari, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (20/11) lalu.

Seperti diketahui, Kelurahan Gombengsari dikenal banyak berdiri UKM (Usaha Kecil Menengah) oleh warga setempat, terutama untuk produk kopi, pisang, dan kerajinan tangan. Terdata sekitar 300 UKM. Namun UKM tradisional ini bisa terancam akibat hadirnya usaha-usaha modern yang lebih terstruktur.

Menurut I Gede Oka M.S.P, ketua pelaksana kegiatan, “Kampoeng Aksi” ini bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada di desa binaan selama kurun waktu lima tahun. Pelaksanaannya, tahun pertama diawali dengan survei potensi UKM. Tahun kedua pada pemilahan bidang spesifikasi dan pengembangan kembali UKM. Pengembangan selanjutnya pada tahun ketiga. Kemudian evaluasi dan controlling pada tahun keempat, dan tahun terakhir pada pelepasan desa binaan yang sudah mandiri.

Peserta “Kampoen Aksi” adalah semua pemilik UKM di Kelurahan Gombengsari, Banyuwangi. Kegiatan tahun pertama diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) pada Sabtu (19/11) lalu. Kemudian dilanjutkan kegiatan baksos oleh mahasiswa, senam bersama masyarakat, survei potensi UKM, dan pelatihan pembukuan bagi UKM yang sudah berdiri.

FOCUS Group Discussion
FOCUS Group Discussion warga dan pelaku UKM di Kelurahan Gombengsari, Banyuwangi, berdiskusi bersama mahasiswa UNAIR Banyuwangi. (Foto: Reynaldo Bimatoro)

”Pelatihan pembukuan ini bertujuan agar pemilik UKM dapat lebih tersruktur dan dapat memperkirakan untung-rugi dan pendapatan usaha tiap bulan. Aksi ini dilakukan karena sebelumnya mereka belum pernah menerima pelatihan serupa, sehingga nanti mereka akan bisa memperkirakan untung rugi dan pendapatan tiap bulannya,” kata Gede Oka.

Suprapto (44), warga dan pelaku UKM bengkel las dan toko spare part motor, mengakui merasa senang dengan adanya pelatihan ini, karena merasa lebih terbantu dalam menjalankan usaha yang lebih tertata.

“Sebelumnya saya tidak tahu bagaimana cara menghitung penghasilan bersih per bulan, setelah latihan ini saya jadi tahu bahwa sebenarnya saya rugi karena penjualan spare part lama tidak seimbang dengan ketika awal saya membeli onderdil. Tapi sebelumnya saya tidak sadar karena tertutup dengan hasil bengkel, dan tidak pernah saya hitung sedetil itu,” kata Suprapto sambil tertawa.

Kepala Prodi Akuntansi sekaligus Sekretaris Koordinator PDD UNAIR Banyuwangi, AA Gde Satia Utama, SE, M.Ak.,CA menyatakan bangga dengan kegiatan ini karena ide-ide kreatif mahasiswa, yaitu secara kritis mencari pokok-pokok permasalahan di masyarakat, sehingga penggiat UKM yang hadir juga sangat antusias mengikuti pelatihan, diberikan paparan tentang informasi penjualan, pemasaran produk yang terkini, juga antisipasi system kredit yang sering membuat mereka terjebak dalam hutang berkepanjangan.

“Harapan saya, semoga kegiatan ini bisa menjadi jembatan penghubung antara mahasiswa dengan warga pelaku UKM dan bisa saling mendukung untuk pengembangan kedepannya,” kata Gde Satia Utama, kepada unair.news di dilokasi kegiatan. (*)

Penulis: Siti Mufaida
Editor: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu