Pengmas Magister Keperawatan UNAIR Tingkatkan ‘Caring’ Perawat RS PHC

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SEMINAR Keperawatan di RS PHC. Dr. Hanik Endang Nihayati, penanggungjawab Minat Jiwa Program Magister Keperawatan FKp UNAIR sedang presentasi. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Bidang pengabdian masyarakat Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga mencatat sejarah baru. Didukung 19 mahasiswa angkatan perdana peminatan jiwa pada Program Magister Keperawatan FKp UNAIR, mereka melaksanakan pengabdian masyarakat di RS Primasatya Husada Citra (PHC), Kamis (24/11). Kegiatan ini merupakan rintisan pengmas pertama mahasiswa peminatan jiwa angkatan pertama dari sembilan angkatan Program Magister Keperawatan di FKp UNAIR.

Tema pengmas Program Magister Keperawatan UNAIR di RS PHC ini “Meningkatkan Caring Perawat Melalui Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Psikososial pada Penyakit Kronis di Rumah Sakit”. Seminar ini diikuti perawat RS PHC, dan dibuka oleh Kepala RS PHC Dr. Drg. Dwi Aryani, MARS. Hadir dalam acara ini adalah Dekan Fakultas Keperawatan UNAIR Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons).

Prof. Nursalam mengatakan sangat mendukung dengan seminar yang dilaksanakan bekerjasama dengan RS yang sudah bertipe B ini. Topik caring dalam penanganan psikososial dipilih yang dijadikan topik, menurutnya, karena semua ners harus mempunyai jiwa caring (perduli).

Caring yang dimaksudkan Prof. Nursalam, bahwa perawat itu harus memiliki tiga hal. Pertama, kaya hati (golden heart), kedua harus kaya ilmu supaya bisa memberi keopada orang lain. Yang ketiga harus kaya secara benar-benar, supaya kita juga benar-benar bisa memberi.

”Itu yang harus kita bangun untuk perawat, sehingga dalam caring ini ada nuansa tanggungjawab, care/perduli, perhatian (kepada pasien) dsb. Terkait dengan psikososial, ada banyak aspek yang harus diperhatikan untuk dirawat, jadi bukan hanya aspek biologisnya tetapi juga psikologis dan aspek sosial. Itu semua yang harus disentuh,” kata Prof. Nursalam, Guru Besar FKp UNAIR ini.

Dalam seminar dan pelatihan di PHC dengan tema diatas, disampaikan oleh Rustafariningsih, S.Kep.NS., serta oleh Dr. Hanik Endang Nihayati, S.Kep. Ns., M.Kep., selaku penanggungjawab Peminatan Jiwa Program Magister Keperawatan FKp UNAIR.

PERAWAT PHC
PERAWAT PHC Surabaya dilatih deep breathing (pernafasan dalam), teknik untuk mengurangi rasa cemas, stres, atau depresi pada pasien. (Foto: Bambang Bes)

“Kamis Ilmiah”

Sementara Kepala RS PHC Dr. drg. Dwi Aryani, MARS., berharap kerjasama ini bisa berlanjut dan saling membawa manfaat untuk kedua pihak, yang intinya untuk meningkatkan caring ners, baik keilmuan dan keterampilannya. Bagi PHC, hal demikian sesuai dengan komitmen dan nilai-nilai lembaga yaitu professional, care, dan accountable.

”Jadi ilmu tentang caring ini harus selalu di-update supaya nanti aplikasi dalam pelayanan keperawatan pada pasien menjadi lebih baik. Harapan kami seperti itu, karena RS PHC ini tipe B, makin besar, disini ada 247 kamar, pasiennya makin banyak. Jadi agar nilai-nilai tadi bisa dicapai dengan memberikan pelayanan yang caring,” tambah Dwi Aryani.

Kerjasama dengan FKp UNAIR ini merupakan yang pertama. Karena itu kedepan diharapkan bisa berlanjut. Apalagi, kata Dwi, secara informal Prof. Nursalam ingin ”menitipkan” mahasiswa S2 FKp UNAIR untuk residen di PHC. Karena fasilitasnya dinilai sudah memenuhi syarat, maka pihaknya juga akan mendorong nanti diadakan MoU.

”Sebab disini juga dipakai PKL mahasiswa keperawatan PTS dan praktik dokter muda dari suatu PTS. Kalau nanti ada residen mahasiswa S2 Keperawatan UNAIR maka akan semakin memberi nilai tambah bagi perawat disini. Intinya kerjasama itu akan menguntungkan kedua pihak,” katanya.

Sekarang pun, perawat atau paramedis di PHC diminta untuk senantiasa meningkatkan ilmu dan keterampilannya. Caranya, setiap Kamis diadakan kegiatan bersifat edukatif, ”Kamis Ilmiah.” Karena itu ketika ada tawaran kerjasama dengan UNAIR pihaknya langsung menerima. Sekarang juga sudah ada lima ners PHC yang lulus D3 dikirim studi lanjut S1 Keperawatan di FKp UNAIR.

”Yang studi lanjut ke S-2 belum, tetapi sudah dalam perencanaan,” kata Dwi Aryani, yang kini membawahi 543 keryawan itu, 284 diantaranya perawat. (*)

Penulis: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu