IDSC, Ajang Internasional Menemukan Ide Stabilitas Finansial

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Salah Satu Peserta saat Menyampaikan Gagasan Stabilitas Keuangan (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS  ̶  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga menyelenggarakan call for paper dan Internasional Development Student Conference (IDSC), pada Senin (21/11). Tahun lalu, ajang ini masih dalam lingkup nasional, sedangkan tahun ini dibuka untuk lingkup internasional.

Kali ini, IDSC mengangkat tema “Realizing the ASEAN Financial Stability Amidst Global Economic System Dynamics. Kerentanan sektor finansial lebih tinggi dibandingkan dengan sektor non-finansial menjadi latar belakang pentingnya mengkaji bagaimana kestabilan finansial di era masyarakat ekonomi ASEAN ini.

“Banyak konferensi tentang MEA, berbagai upaya menghadapi MEA. Namun, IDSC lebih terfokus pada kestabilan finansial karena sektor finansial sangat volatile (mudah berubah,red) dan menarik untuk dikaji.” Jelas Zakka Farisy, Ketua acara yang juga mahasiswa jurusan Ekonomi Islam.

Para Juara Call for Paper IDSC 2016 dalam Awarding Night di Aula Fajar FEB UNAIR
Para Juara Call for Paper IDSC 2016 dalam Awarding Night di Aula Fajar FEB UNAIR (Foto : Istimewa)

Call for paper ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri. Dari keseluruhan peserta yang mendaftar, terpilih 15 tim terbaik untuk mempresentasikan gagasannya. Tiga dari peserta terpilih berasal dari luar negeri, yaitu Nina Greig-Towers dari Australia, Sinatrya Shrestha dari Nepal, dan Valencia Joshua Brent S dari Filipina.

Pada hari kedua, Selasa (22/11), presentasi secara keseluruhan menggunakan Bahasa Inggris.  Tak sedikit penonton yang terlihat mengapresiasi kemampuan berbahasa Inggris para peserta. Tidak hanya itu, gagasan yang dikemukakan pun bervariasi dan kreatif.

“Berbagai ide yang dipaparkan merujuk pada stabilitas finansial. Salah satu dari ide yang dipaparkan adalah menyamakan currency. Upaya ini dirasa mampu menstabilkan finansial antar negara,” ujar Adindha, salah satu penonton.

Esok harinya, Rabu (23/11), peserta diajak ke wisata Bromo untuk melihat sunrise. Tidak hanya jalan-jalan, para peserta juga menjalin keakraban satu sama lain. Sebelumnya, pada hari pertama mereka saling mengenalkan budaya daerah masing-masing di welcome party.

Setelah field trip, panitia dan peserta melakukan awarding night di Aula Fajar FEB UNAIR. Pada saat itu, diumumkan pemenang dari call for paper. Hasilnya, tim Ajeng Pratiwi dari Universitas Negeri Jember di daulat sebagai juara I. Tim Iqbal Makbul Taher dari Universitas Indonesia meraih juara II, sedangkan juara III diraih oleh Tim Mohammad Zeqi Yasin dari Universitas Airlangga. Ada juga penghargaan Best Delegate yang diperoleh Muhammaf Mulfi dari Universitas Brawijaya, Best Speaker diperoleh Rahmah Yulia Dari Universitas Airlangga, dan Best Paper diraih tim Fajriansyah Hendra dari Institut Pertanian Bogor.

Dengan berakhirnya awarding night, Zakka Farisy berharap, kegiatan ini mampu menjadi prime mover kegiatan-kegiatan bertaraf internasional di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sekaligus  mendukung visi Universitas Airlangga menuju 500 World Class University.(*)

Penulis : Siti Nur Umami
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu