Bantu Tekan Angka Penderita, UNAIR Perpanjang Kerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Tampak Rektor UNAIR menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua YKI Jawa Timur. (Foto: Binti Q. Masruroh)

UNAIR NEWS – Pengabdian masyarakat adalah salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu bentuk pengamalan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademika Universitas Airlangga adalah turut menanggulangi penyakit kanker di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, bersama pengurus Yayasan Kanker Indonesia cabang Jatim yang diketuai Nina Soekarwo telah memperpanjang masa kerja sama dengan melakukan penandatanganan naskah kesepahaman (MoU) antara keduanya, Rabu (23/11). Masa kerja sama ini berlaku sampai tahun 2021, setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2011 hingga 2016.

Acara penandatanganan naskah kerja sama dilangsungkan di Aula Hayam Wuruk, Kantor Gubernur Jatim, Surabaya. Dalam rangkaian acara itu, dilantik pula pengurus baru YKI cabang Jatim. Beberapa tokoh penting yang turut hadir dalam acara itu antara lain Gubernur Jatim, Sekretaris Daerah Pemprov Jatim, serta Konsulat Jenderal Jepang dan Amerika.

Sebagai organisasi nirlaba, YKI telah memiliki 96 cabang dari Sabang hingga Merauke. YKI bekerjasama dengan beberapa pihak dalam melakukan tindakan penanganan terhadap penyakit kanker, yakni Pemprov Jatim, BPJS Kesehatan Divisi Regional, dan sivitas akademika UNAIR.

Dalam sambutannya, Nina mengatakan bahwa penyakit kanker bisa berdampak kurang baik pada penderita maupun keluarga. Dampak yang dimaksud adalah gangguan psikologis dan kecemasan yang dialami penderita maupun keluarga.

“Selama ini penanganan penyakit kanker terkenal dengan biaya yang mahal. Belum lagi dengan gangguan psikologis dan kecemasan yang dialami oleh penderita maupun keluarga. Oleh karena itu, YKI berpartisipasi agar masyarakat dapat melakukan pencegahan,” ujar Nina.

Dalam kesepakatan tersebut, ada empat poin yang tercantum dalam naskah kerja sama. Pertama, pemberdayaan dan peningkatan aktivitas jejaring penanganan kanker di Jatim. Kedua, pengembangan sumber daya manusia melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan magang di cabang-cabang YKI. Ketiga, mengembangkan sistem rujukan untuk pembuatan dan pengelolaan data pasien kanker di Jatim. Keempat, pengembangan penelitian kanker di Jatim.

Kiprah UNAIR dalam membantu penanggulangan penyakit kanker bersama YKI tak diragukan. Menurut Prof. Nasih, banyak akademisi dari UNAIR yang menjadi relawan, tenaga medis, tenaga sosial, maupun tenaga psikologis untuk membantu meringankan beban penderita. Melalui perpanjangan masa kerja sama, Rektor UNAIR berharap, keterlibatan UNAIR dalam kegiatan YKI mampu menekan angka penderita kanker di Indonesia, khususnya di Jatim.

“Harapannya, kita bisa berkontribusi lebih baik lagi sesuai bidang yang kita miliki. Kita memiliki ilmu, pengalaman, dan pengetahuan. Di sana, kita bisa mendarmabaktikan ke masyarakat. Tentu itu adalah bagian kecil saja dari kebutuhan yang diperlukan YKI,” ujar Rektor.

Gubernur Jatim mengapresiasi atas dilantiknya pengurus baru serta perpanjangan kerjasama YKI dengan beberapa pihak. Mengingat, kesehatan adalah faktor penting dalam pembangunan peradaban bangsa.

“Kesejahteraan masyarakat bisa diukur kalau kesehatan dan pendidikannya baik. Pendidikan yang baik berbanding lurus dengan kesehatan yang sejahtera. Sehingga Jatim, menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai priotitas dalam pembangunan,” kata Soekarwo.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor III UNAIR, Direktur Sarana dan Prasarana Lingkungan, Ketua I YKI, relawan YKI, dan pihak terkait. Acara dilanjutkan dengan seminar berkaitan dengan penanggulangan kanker. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu