REKTOR Universitas Airlangga Prof. Moh Nasih ketika menyerahkan hadiah kepada para juara Sayembara Penulisan Naskah Wayang Lakon Airlangga, Sabtu (19/11). Juara III tidak hadir sehingga diwakili panitia. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS“Sang Ksatrya Mahapurusa”, naskah wayang karya Amri Bayu Saputra, S.Sn., terpilih sebagai yang terbaik atau juara I dalam Sayembara Penulisan Naskah Wayang Lakon Airlangga. Sayembara tersebut dilaksanakan oleh Universitas Airlangga dalam memeriahkan peringatan Dies Natalis ke-62, dan diumumkan panitia pada Sabtu (19/11) malam bersamaan dengan pementasan wayang kulit Airlangga dengan lakon “Airlangga Sumbaga Wiratama”, di halaman parkir kampus B.

Seperti diketahui, sayembara penulisan naskah wayang Airlangga itu dilaksanakan dalam rangkaian Festival Wayang Airlangga, dalam rangka Dies Natalis ke-62 UNAIR. Dengan diumumkannya pemenang sayembara maka usai sudah Festival Wayang Airlangga, yang sebelumnya juga diadakan seminar bertajuk ”Wayang Airlangga: Varian Baru dalam Jagat Pewayangan Indonesia” di Aula Siti Parwati FIB UNAIR, Sabtu (19/11) paginya.

Karena itu, sebelum pementasan “Airlangga Sumbaga Wiratama” Sabtu (19/11) malam itu, Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., langsung menyampaikan hadiah-hadiahnya kepada para pemenang sayembara penulisan naskah. Juara I sayembara ini memperoleh hadiah uang sebesar Rp 12 juta.

Dalam penilaian Dewan Juri yang diketuai Dr. Sri Teddy Rusdy, SH., M.Hum., antara nilai juara I dengan juara II hanya terpaut selisih nilai tipis sekali. Ini menunjukkan adanya kompetisi visi yang ketat. Dari lima orang juri, Juara I mengumpulkan nilai 1.185. Sedangkan Juara II yang dimenangkan oleh Aneng Kiswantoro, M.Sn memperoleh nilai 1180. Hanya berselisih 5 (lima) poin. Aneng Kiswantoro menulis naskah berjudul ”Sumilaking Medang Kahuripan”.

Sedangkan juara III dimenangkan oleh Tatag Taufani Anwar dengan karya naskah berjudul “Airlangga Nurapati”. Dengan demikian Amri, Juara I asal Kabupaten Sidoarjo ini, berhak atas hadiah uang sebesar Rp 12 juta. Sedangkan Juara II meraih hadiah uang sebesar Rp 10 juta, kemudian juara III menerima hadiah sebesar Rp 8 juta.

Menurut anggota dewan juri Dra. Adi Setijowati, M.Hum., yang juga Ketua Panitia Sayembara Penulisan Wayang Lakon Airlangga ini, sayembara ini diikuti 12 peserta dari berbagai daerah. Diantara peserta sayembara tersebut ada yang berprofessi sebagai dalang, seniman, sastrawan Jawa, serta peminat wayang.

Menurut kajian tim juri yang dipimpin Dr. Sri Teddy Rusdy, keunggulan naskah Amri Bayu Saputra sebegai juara I karena beberapa pertimbangan. Misalnya, garapannya sederhana dan bertumpu pada pakeliran tradisi, kemudian ia menyertakan garapan sulukan wayang secara lengkap dengan partitur notasinya. Amri juga menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Ia bahkan juga menyertakan gendhing-gendhing iringan wayang.

”Dengan dasar garapan tradisi tersebut memudahkan bagi siapapun pengrawit (niyaga) untuk dapat mengiringi bentuk pakeliran, selain itu garapan tradisi secara pakem jangkep juga memudahkan bagi siapapun untuk mempergelarkannya lakon ini,” demikian kesimpulan dewan juri.

Seperti diketahui, sebelum diadakan sayembara penulisan naskah wayang lakon Airlangga ini, panitia juga telah menyelenggarakan diskusi. Wacana dalam diskusi ini dimaksudkan untuk membekali para calon peserta sayembara dalam menuliskan naskahnya. Dalam diskusi itu menghadirkan arkeolog dan sejarawan dari UI dan UNAIR. (*)

Penulis : Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone