Diikuti Lebih 7.000 Tim, SMA Kharisma Bangsa Banten Juara Utama Medspin FK

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Tim SMA Kharisma Bangsa didampingi Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga saat penyerahan hadiah Medical Science and Application Competition (Medspin) tahun 2016. (Fotografer: Disih Sugianti)

UNAIR NEWS – Kompetisi pelajar terbesar di bidang kedokteran Medical Science and Application Competition (Medspin) tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sampai di penghujung kegiatan.

Minggu (20/11) di Ruang Anatomi FK UNAIR pukul 16.30 WIB, telah diumumkan pemenang lomba bidang kedokteran IPA dan kedokteran yakni tim asal sekolah menengah atas Kharisma Bangsa, Banten. Tim SMA Kharisma Bangsa berhasil menjadi juara setelah berhasil menyisihkan lawan sejak babak penyisihan hingga grand final.

Kompetisi Medspin dirintis sejak tahun 2002 dengan nama lomba IPA Kedokteran namun akhirnya berganti nama menjadi Medspin pada tahun 2004. Pada tahun 2015 lalu, Medspin diikuti 16.311 peserta. Sedangkan, pada tahun 2016, kompetisi ini diikuti oleh 7.000 tim atau 21.000 siswa SMA sederajat di 33 kota di seluruh Indonesia.

Rangkaian acara dimulai sejak tanggal 6 November 2016. Dari babak penyisihan, akhirnya terjaring 150 tim yang akhirnya melaju ke babak perempat final¸semifinal, final, dan grand final kemarin.  Tahun ini, tema yang diangkat dalam kompetisi Medspin adalah penyakit tropik.

“Kami berharap Medspin ini tidak hanya diramaikan oleh banyaknya peserta saja, tapi dengan adanya kegiatan positif seperti ini, kami bisa mewadahi semangat kompetisi mereka,” jelas Prima Ardiansah, Ketua Pelaksana Medspin 2016.

Persaingan yang melibatkan lebih dari tujuh ribu tim ini memperebutkan piala Menristekdikti, Gubernur, dan Wali Kota Surabaya. Selain tim SMA Kharisma Bangsa, juara II diraih oleh tim SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta, dan juara III oleh tim SMAN 4 Denpasar. Sedangkan, pada posisi juara harapan I diraih tim SMA Semesta Semarang.

“Tahun lalu, tim SMA Kharisma Bangsa juga dapat juara II di Medspin, tapi saya dulu belum bergabung di tim ini. Hanya Faisal dan Fahmi (anggota tim) saja. Untuk pengalaman lomba, Faisal pernah mendapatkan emas OSN (olimpiade sains nasional) Fisika di Yogyakarta tahun 2015. Kalau saya mendapat perunggu di Olimpiade Biologi. Secara pribadi, saya memang berkeinginan untuk masuk ke FK UNAIR,” jelas Danang Dwi Prasetyo, salah satu anggota tim Kharisma Bangsa ketika ditemui usai penyerahan trofi.

Selama dua hari di Surabaya, peserta yang tergabung dalam 150 tim ini tidak hanya konsentrasi menyelesaikan berbagai soal saja. Mereka juga diajak untuk mengikuti seminar bertema hepatitis dan pencegahan dini kanker payudara. Selain itu, mereka diajak untuk mengelilingi dan mengenal lingkungan akademis serta penunjang di FK UNAIR.

“Kami memperkenalkan fasilitas dan gambaran pembelajaran di FK UNAIR. Kita adakah pemeriksaan gigi gratis di Aula FK. Ada juga med on talkshow yang merupakan seminar tentang suka duka menjadi mahasiswa FK, serta wisata Kota Surabaya bagi peserta yang tidak lolos ke final dengan mengunjungi Monumen Tugu Pahlawan, Wisata Rasa dan Museum Bank Indonesia Surabaya. Mereka juga diajak mengikuti pelatihan ilmu kedokteran dan keterampilan medik dasar,” tutur Prima.

Penulis: Disih Sugianti
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu