Berpulangnya Guru Besar ‘Santun’ Anatomi FK UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana persemayaman Guru Besar FK UNAIR bidang Ilmu Anatomi dan Histologi Prof. H. Ari Gunawan, dr., MS., PA(K)., Ph.D, Senin (21/11). (Fotografer: Sefya Hayu I)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga berduka. Guru Besar Ilmu Anatomi Histologi Fakultas Kedokteran UNAIR Prof. H. Ari Gunawan, dr., MS., PA(K)., Ph.D, menghembuskan nafas terakhirnya di Graha Amerta RSUD Dr. Soetomo, Minggu (20/11) pukul 11.30 WIB.  Almarhum meninggal pada usia yang ke-68 tahun.

Setelah dari rumah duka, jenazah terlebih dahulu disemayamkan di Aula FK UNAIR untuk diberi penghormatan terakhir oleh sivitas akademika, Senin (21/11). Setelah disemayamkan, jenazah lalu dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Keputih Surabaya.

Sepeninggal almarhum, sejumlah rekan sejawat pun turut merasakan kesedihan. Ketua Departemen Anatomi Histologi FK UNAIR Dr. H. Abdurrachman, dr., M.Kes, PA(K), salah satunya. Abdurrachman mengungkapkan, semasa hidup, Prof. Ari dikenal sebagai sosok pribadi yang santun dan bersahaja. Sebagai pengajar, almarhum juga dikenal perhatian, dan rendah hati baik kepada sejawat sebaya maupun para juniornya.

Semasa hidup, aktivitas pendidikan almarhum banyak diisi dengan kegiatan penelitian dan membimbing tugas akhir para mahasiswa kedokteran tingkat S-1, S-2 maupun S-3. “Beliau adalah promotor saya sewaktu saya pendidikan S-3. Selama menyelesaikan tugas, beliau begitu sayang dengan anak didiknya, dan terkesan tidak mempersulit. Sikap beliau ini yang memberi kesan di hati kami anak didiknya,” ungkapnya.

Sebutan profesor teladan pun disematkan oleh Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD, KGH,FINASIM kepada almarhum. Tak hanya dikenal santun, Prof. Ari juga profesional di bidang keilmuannya serta memiliki visi yang besar. Bagi Prof. Djoko, kompetensi Prof. Ari selalu mengedepankan etika dan logika. Keduanya menjadi kekuatan bagi Prof. Ari dalam mentransfer keilmuannya di bidang anatomi histologi.

Selain itu, kesedihan juga dirasakan Prof. Chairul Anwar, dr., drh., MS., salah seorang dosen Ilmu Anatomi Histologi FK UNAIR.  Ditemui dalam kesempatan yang sama, Prof. Chairul mengaku amat kehilangan sosok kakak kelasnya tersebut. Ia mengenal Prof. Ari semasa hidup sebagai pribadi yang baik dan nggak neko-neko.

“Tiga tahun lalu saya selalu ajak beliau kontrol kesehatan, namun beliau selalu menolak sambil menjawab ‘tak obati dewe ae’ (saya obati sendiri saja) dan memang tidak pernah mau kontrol. Walau demikian beliau tidak pernah sambat soal kondisi kesehatannya,” ungkapnya.

Belakangan, kondisi kesehatan Prof. Ari sempat menurun. Namun kondisi ini tidak menghalangi semangat sang profesor menjalani rutinitas. “Beliau nggak pernah cuti, meskipun ndak enak badan. Sebelum meninggal, Prof (Prof. Ari) pernah nyeletuk ke saya begini ‘golek umur pitungpuluh kok angel se, dik’ (untuk mencapai umur 70 kok susah sekali). Waktu itu kondisi kesehatan Prof sudah mulai menurun. Saya paham itu,” ungkap Prof. Chairul.

Penulis: Sefya Hayu I.
Editor: Faridah Hari

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu