Diskusi Masalah Sosial, Kemiskinan dan Ekonomi Bareng Profesor Asal Amerika

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana Kuliah Umum Prof. Ron Hatley di Ruang Adi Sukadana FISIP, Selasa siang (15/11). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Prof. Ron Hatley memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, di Ruang Adi Sukadana FISIP, Selasa siang (15/11). Prof. Hatley hadir untuk memberikan kuliah seputar permasalahan sosial mulai dari kemiskinan, ketimpangan ekonomi, kesenjangan sosial, politik dan ekonomi. Sejumlah mahasiswa pun terlihat antusias untuk mendengarkan materi yang disampaikan.

Berangkat dari pengalaman pribadi sebagai buruh tani, Prof. Hatley melihat bagaimana sistem dan tatanan suatu negara berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang menghasilkan kesenjangan sosial. Hal ini ditambah dengan adanya dominasi yang menguntungkan bagi kaum elit dan merugikan bagi kelas bawah.

“Persoalan kesenjangan dapat dilihat dari adanya kesenjangan yang ditimbulkan oleh kelas atas, elit ataupun orang kaya. Di Indonesia misalnya, jumlah orang kayanya berada di kisaran 1200an yang tentu mendominasi dan begitu banyak,  bahkan jumlahnya lebih banyak dari orang kaya Australia,” jelas Profesor asal Amerika tersebut.

Prof. Hatley kemudian mengungkapkan terkait sembilan faktor yang dijadikan alat mengukur kesejahteraan sosial. Di antaranya tingkat kepercayaan, sakit jiwa, narkoba dan alkohol, ekspektasi kehidupan dan kematian anak, obesitas, pendidikan anak, angka kelahiran, tingkat pembunuhan, tingkat narapidana dan mobilitas sosial.

Persoalan sosial tersebut tentu saja berkaitan dengan bagaimana masyarakat menyikapi dua permasalahan penting soal kemiskinan. Proyek pembangunan yang selama ini berkembang umumnya ditujukan untuk kesejahteraan dan mengatasi kemiskinan, akan tetapi tidak sedikit dari negara berkembang yang mana masyarakat menjadi korban kemiskinan.

Prof. Hatley sempat menyinggung terkait program pembangunan seperti halnya program pemiskinan yang berkaitan dengan upaya-upaya bagaimana menyudutkan masyarakat dalam tatanan sosial. Karena darinya terdapat ketergantungan terhadap pemilik modal sehingga tidak ada kemandirian yang utuh dalam masyarakat.

Meminjam istilah Joseph Stiglitz mengenai harga ketidaksetaraan, Prof. Hatley kemudian mempersoalkan bahwa ketidaksetaraan saat ini dibungkus dengan rapi dan bersih. Pasar bebas yang saat ini berkembang justru merupakan pasar tidak bebas, lantaran direkayasa oleh para pemangku modal dan kepentingan.

Di tengah situasi Global yang tak menentu, persoalan yang terjadi dalam tatanan akar rumput juga memprihatinkan, persoalan mengenai kesenjangan sosial yang diakibatkan oleh berbagai permasalahan nampak begitu kompleks. Ketidaksetaraan kemudian menjadi dasar ketimpangan sosial yang hanya mengutamakan kebijakan yang pro kapital, berpihak pada modal.(*)

Penulis: Ahalla Tsauro
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu