Kambing Sapenair-1, Inovasi Tim Peneliti FKH UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman menggendong inovasi hasil atas persilangan jenis kambing etawa dan saanen dinamai “Sapenair-1”. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Selain mengembangkan metode pembekuan sperma sapi, tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga juga mengupayakan pengembangbiakan atas persilangan jenis kambing etawa dan saanen. Oleh UNAIR, hasil atas persilangan itu dinamai “Sapenair-1”. Kedua kambing itu merupakan hasil inovasi penyilangan oleh tim FKH UNAIR sendiri.

Seperti diketahui, kambing etawa dan sapera merupakan kambing ternak yang memproduksi susu yang banyak diminati masyarakat. Ditemui di ruangan Departemen Reproduksi Veteriner FKH UNAIR, pakar inseminasi buatan Dr. Trilas Sardjito, drh., M.Si., mengatakan, pengembangbiakan jenis kambing tersebut diharapkan memiliki keunggulan baru yakni memproduksi volume susu lebih banyak daripada jenis etawa atau saanen biasa. Inovasi pengembangbiakan jenis kambing tersebut juga merupakan salah satu persembahan FKH UNAIR untuk Dies Natalis UNAIR ke-62.

“Kambing itu merupakan milik UNAIR karena pejantannya milik UNAIR (hasil inovasi penyilangan oleh FKH UNAIR, red), sperma jantan hasil pengembangbiakan dari FKH UNAIR, betinanya juga milik UNAIR. Jadi, kalau dilakukan kawin suntik, ya, ini anak kandung UNAIR,” ujar Trilas.

Saat ini, kambing Sapenair-1 masih berumur tiga minggu karena awal proses pengawinan silang baru dilaksanakan pada awal Mei. Pengawinan itu akan berlanjut sampai peneliti menemukan hasil terbaik dari persilangan berbagai jenis.

“Kita nanti betul-betul akan melakukan pengawinan silang sampai peranakan ‘F’ (filial/generasi keturunan), sehingga hasilnya itu bisa banyak. Sekarang, masyarakat cuma menyilangkan tapi tidak tahu sebatas mana menyilangkannya,” tutur Trilas.

Diharapkan, dari hasil persilangan kambing yang sudah dikembangkan oleh FKH UNAIR, akan menjadi rekomendasi bagi peternak kambing perah karena hasil persilangan hewan oleh tim FKH adalah hasil terbaik dan memilki runtutan keturunan yang jelas.

Selain itu, target dari inovasi inseminasi buatan FKH sendiri bisa membantu peternak dalam pilih kelamin. Pilih kelamin bisa menjawab kendala peternak dalam kebutuhan banyaknya jantan atau betina.

“Misalnya, kebutuhan betina sudah mencukupi namun pejantan belum mencukupi. Nanti, kita akan buatkan inseminasi buatan yang menghasilkan pejantan,” imbuh pakar inseminasi buatan FKH UNAIR.

Dengan adanya inovasi yang dibuat oleh FKH, diharapkan bisa mendorong peternak untuk bisa mengelola kebutuhan ternak dengan baik dan benar, sehingga usaha peternakan bukan sekadar pekerjaan sampingan tetapi juga sumber penghasilan utama. Karena peluang usaha peternakan kambing perah cukup menjanjikan. (*)

Penulis: Faridah Hari
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu