Dies Natalis ke-39, FISIP Adakan Konferensi Internasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana Konferensi Internasional ICoCSPA di Aula Garuda Mukti, Selasa (15/11).

UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga memperingati Dies natalis ke-39 dengan tema “Kritis, Kreatif, dan Kompetitif”. Beragam acara mewarnai HUT fakultas yang berdiri sejak 1977 tersebut, salah satu di antaranya adalah Konferensi Internasional ICoCSPA (International Conference on Contemporary Social and Political Affair) yang diselenggarakan di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus C UNAIR, Selasa (15/11).

Kali ini, tema yang diusung bertajuk Reexamining Governance: Strengthening Citizenship in a Changing World. Acara ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara, dengan menghadirkan enam narasumber ternama dunia yang secara bergantian menyampaikan materinya selama dua hari.

Di hari pertama, Selasa (15/11), konferensi menghadirkan pembicara kunci Prof. Vedi R. Hadiz (University of Melbourne), Prof. Maciej Henneberg (University of Adelaide), dan Prof. Ramlan Surbakti (Guru Besar FISIP UNAIR). Sedangkan di hari kedua, Rabu (16/11), materi akan disampaikan oleh Prof. Gerry Van Klinken (University of Amsterdam), Prof. Seiichiro Shimamoto (Kyoto Bunkyo University), dan Mantan Ketua Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Prof. Makarim Wibisono.

Pembahasan pada konferensi internasional tersebut berfokus pada kinerja pemerintah dalam memperkuat rasa kewarganegaraan di era yang dinamis dalam konteks politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dibuka kesempatan bagi akademisi dan peneliti untuk berdiskusi kritis dan menyumbangkan pemikirannya melalui presentasi karya ilmiah bertema sosial politik.

“Melalui konferensi internasional ini, kita mendapatkan penjelasan dan informasi terkait isu-isu yang sedang ada di masyarakat, melalui perspektif sosial dan politik,” ujar Wakil Rektor III Prof. M. Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D dalam sambutannya.

“Informasi dan penjelasan tersebut diharapkan mampu memberikan kita pandangan yang baru, sehingga kita bisa meningkatkan kualitas hidup kita,” imbuhnya.

Dekan FISIP UNAIR Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si dalam sambutannya menambahkan, konferensi internasional ini juga mempertahankan satu value, yaitu saling sapa. “Melalui konferensi ini, kita pertahankan satu value, yaitu saling sapa. Karena kita membahas isu sosial dan politik dan bertemu dengan beragam perspektif yang berbeda,” jelasnya.

Falih mengatakan, permasalahan dalam dunia tidak bisa hanya diselesaikan dalam satu perspektif. Maka dari itu FISIP menghadirkan pembicara dari berbagai negara, yakni Jepang, Belanda, Australia, dan para ahli yang dimiliki UNAIR.

Ketua Panitia ICoCSPA Sulikah Asmorowati mengatakan, konferensi ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para ilmuwan untuk menyumbangkan pemikiran mereka terkait isu sosial politik yang sedang berkembang. “Untuk itu, telah hadir di konferensi ini para ilmuwan dari mancanegara seperti Australia, Lesotho, dan Palestina,” tandasnya.

Dies natalis FISIP juga dimeriahkan dengan acara Stand Up Comedy, Parikan, Bazar, Jalan Sehat, Donor Darah, Kongres Alumni, Konferensi Internasional, dan puncaknya adalah malam anugerah Soetandyo Scholarship & Award. Selain itu, acara juga diisi dengan berbagai kompetisi, seperti Debat Bahasa Inggris, Lomba Essay, Lomba Band, Lomba Voli, dan lomba Tenis Meja.

ICoCSPA merupakan konferensi internasional yang telah dua kali diselenggarakan oleh FISIP. Sebelumnya, pada tahun 2015, FISIP telah menyelenggarakan International Conference on Democracy and Accountability (ICODA 2015). (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu