Badri Munir Sukoco Raih Penghargaan Alumnus Berprestasi di Taiwan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Badri Munir Sukoco. (Foto: Defrina Sukma S)

UNAIR NEWS – Satu lagi sivitas akademika Universitas Airlangga yang berhasil meraih prestasi di luar negeri. Dia adalah Badri Munir Sukoco, Ph.D., yang mendapatkan predikat alumnus berprestasi Fakultas Manajemen, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan.

Penghargaan itu diserahkan bertepatan dengan Dies Natalis NCKU ke-85 yang jatuh tepat sehari setelah ulang tahun UNAIR, yakni Jumat (11/11). Penghargaan bernama Outstanding Young Alumni Award (OYAA) diserahkan kepada 85 alumnus NCKU. Dari 85 penerima penghargaan tersebut, hanya dua alumnus asing yang menerima penghargaan tersebut. Dari Filipina dan Indonesia.

Dari jumlah itu, 13 di antaranya berasal dari Fakultas Manajemen NCKU. Mereka berasal dari kalangan ABC. Yakni, academics, business, dan consultant. Sebelas orang merupakan lulusan berpaspor Taiwan, sedangkan dua lainnya, termasuk Badri, adalah lulusan non-Taiwan. Seluruhnya bekerja di berbagai perusahaan multinasional, digital start up, dan perguruan tinggi.

Komite Seleksi Penghargaan NCKU Taiwan menetapkan satu kriteria utama dalam memilih alumni berprestasi. Kriteria tersebut adalah alumnus yang berusia di bawah 50 tahun dan memiliki prestasi yang membanggakan.

“Mereka melihat dari konsistensi. Kebetulan NCKU adalah research-based university sehingga mereka melihat konsistensi saya dalam melakukan publikasi penelitian. Karena saya bergerak di bidang pendidikan, maka mereka melihat rekam jejak pelaksanaan kuliah saya kepada mahasiswa. Beberapa kali pernah mendapat penghargaan. Begitu pula dengan publikasi dan pengabdian masyarakat,” tutur Badri yang juga Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UNAIR.

Secara pribadi, Badri menganggap bahwa prestasi tersebut merupakan wujud apresiasi perguruan tinggi terhadap alumninya. Ia bahkan menganggap penghargaan ini merupakan batu lompatan sekaligus dorongan untuk mencapai target-target selanjutnya. Salah satunya, melakukan publikasi penelitian lebih banyak lagi.

“Saya merasa ini belum optimal. Dosen-dosen di sana penelitiannya harus terpublikasi di jurnal top ten. Ini yang saya masih belum bisa,” ujarnya.

Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, merasa bangga atas prestasi yang dicapai Ketua BPP UNAIR. “Pak Badri itu dosen yang pekerja keras. Karena itulah, kami mempercayainya untuk menjadi Ketua BPP,” terang Prof. Nasih. “Saya berharap, di UNAIR bermunculan akademisi yang juga pekerja keras seperti Pak Badri,” imbuhnya.

Di bidang pendidikan, Badri pernah terpilih sebagai dosen berprestasi I tingkat UNAIR pada tahun 2010 dan 2015. Bahkan, pada tahun 2015, pakar manajemen branding itu menjadi finalis dosen berprestasi tingkat nasional.

Di bidang penelitian, sampai tahun 2016, Badri telah memiliki 34 artikel yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi. Sebanyak 12 artikel di antaranya terindeks pada Thompson Reuters ISI dengan h-indeks sebesar 6 dan sitasi sebanyak 191 kali. Pada Google Scholar, Badri memiliki h-indeks 11 dan penelitiannya tersitasi sebanyak 751 kali.

Sedangkan, di bidang pengabdian masyarakat, dosen kelahiran Lumajang juga aktif dalam kegiatan pengembangan institusi, yakni sebagai Ketua BPP serta anggota Majelis Wali Amanat UNAIR, dan anggota tim percepatan peringkat World Class University Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.
Editor: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu