Acara ISEF 2016 Diikuti Mahasiswa dan Warga Se-Jawa dan Bali

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Mohammad Sholeh, Drs., M.Pd., ketika mengisi seminar nasional Islamic Science and Technology Fair (ISEF) tahun 2016. (Foto: M. Ahalla Tsauro)

UNAIR NEWS – Jamaah Intelektual Mahasiswa Muslim (JIMM), Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, baru saja menyelenggarakan kegiatan Islamic Science and Technology Fair (ISEF) tahun 2016, pada Sabtu dan Minggu tanggal 12 dan 13 November.

Rangkaian kegiatan ISEF tahun 2016 terdiri dari lomba cerdas cermat agama Islam, karya tulis ilmiah Alquran, musabaqah syarhil Alquran, cipta puisi, dan desain poster. Selain itu, acara seminar nasional bertajuk “Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan menuju Generasi Cerdas Berakhlaqul Karimah” juga menjadi bagian rangkaian acara ini.

Kegiatan ini merupakan kali kedua diadakannya ISEF. Panitia pelaksana ISEF tahun ini mengusung tema “Membangun Kembali Peradaban Islam Guna Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Safri Ilman, ketua panitia ISEF, berharap pelaksanaan seminar ini bisa menambah ilmu pengetahuan dan ilmu agama Islam bagi peserta.

“Kegiatan ini nggak hanya diikuti mahasiswa saja, tetapi juga masyarakat umum tingkat Jawa Timur-Bali. Kami berharap para peserta mampu untuk unjuk gigi mengenai ide-ide baru,” ujar Safri.

Acara seminar nasional dihadiri oleh KH. Abdurrahman Navis, Lc, M.HI (Ketua Bidang Fatwa MUI Jatim) dan Prof. Dr. Mohammad Sholeh, Drs., M.Pd., (Pendiri Rumah Sehat Avicena). Dalam penjelasannya, Navis menjelaskan mengenai dinamika kajian Islam. Ia menerangkan kajian Islam dan kaitannya dengan ilmuwan-ilmuwan Islam beserta perkembangan ilmu pada saat itu. Sejumlah ilmuwan yang disebut antara lain Al-Faraby, Ibnu Sina, dan Al-Khawarizmi.

“Ilmu itu ada yang hukumnya fardhu ‘ain seperti mempelajari tatacara beribadah dan pedoman agama. Ini harus dipahami setiap muslim. Ada juga yang fardhu kifayah yang tidak dibebankan pada semua orang karena sudah ada yang ahli dibidangnya, seperti ilmu kedokteran, fisika, kimia dan lain-lain,” tutur Navis.

Sementara itu, Prof. Sholeh, profesor dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, bercerita tentang pengalaman pribadinya ketika meneliti imunitas seseorang ditinjau dari pelaksanaan salat Tahajud. Dari penelitian tersebut dapat dibuktikan bahwa salat Tahajud berpengaruh pada kinerja hormon manusia yang dapat mengatasi gangguan kesehatan. (*)

Penulis : M. Ahalla Tsauro
Editor : Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu