Meski Turun Hujan, Penutupan AISC-ISS Berlangsung Meriah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
, Wakil Rektor I UNAIR menyempatkan berbincang dengan mahasiswa asing asal Italia dan Yordania (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Acara penutupan Airlangga International Student Competition and International Student Summit (AISC-ISS) 2016 yang bekerjasama dengan International Office and Partership (IOP) akhirnya berakhir pada Rabu, (9/11). Penutupan acara digelar di depan Kantor Manajemen Universitas Airlangga Surabaya.

Closing ceremony diawali dengan Sparkling Surabaya dance sebagai tarian khas Surabaya. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM menyempatkan berbincang dengan mahasiswa asing asal Italia dan Yordania. Guru Besar Fakultas kedokteran itu mengajak mahasiswa asing berbincang-bincang di atas panggung.

“Selain Bahasa Indonesia apakah bisa Bahasa Jawa? Kalau dalam Bahasa Jawa kami mengatakan Sugeng Rawuh itu artinya apa?,” tanya Prof Djoko kepada Noemi mahasiswa asal Italia. “Artinya, terima kasih,” jawab Noemi dengan logat khas Italia diiringi tawa para audience.

Meski hujan, antusias dari mahasiswa yang tergabung dalam AISC-ISS justru semakin seru. Kemeriahan acara kembali muncul ketika mahasiswa asal Malaysia membawakan tari Saman. Meski hanya berlatih selama tiga hari, mereka tampak lihai membawakan tari asal Aceh ini. Selain itu, ada pula nyanyian lagu Kartini diiringi dengan permainan Angklung, yaitu kolaborasi antara Paduan Suara Universitas Airlangga (PSUA) dengan mahasiswa asing yang menempuh studi di UNAIR.

Selain beragam penampilan, ada satu sesi yang ditunggu para peserta pada malam itu. Yakni, pengumuman juara AISC yang dibacakan oleh Direktur Pendidikan UNAIR. Tiga hari digelarnya acara AISC-ISS ini melibatkan sebanyak 293 peserta, baik mahasiswa Indonesia maupun asing yang terhimpun dalam 29 universitas di Indonesia.

Kompetisi yang dilombakan pada AISC meliputi pidato Bahasa Indonesia yang diikuti oleh 37 mahasiswa asing, pidato bahasa Inggris yang diikuti oleh 43 mahasiswa Indonesia, dan lomba poster yang diikuti oleh 33 mahasiswa Indonesia maupun asing.

Pada kategori Pidato Bahasa Indonesia, juara I diraih oleh Noemi Gagliardi asal Itali dari Universitas Katolik Indonesia Atmajaya. Juara II diperoleh Lee Sun Min asal Korea Selatan dari Universitas Kristen Petra. Dan juara III diperoloeh Alejandro Comte Torres asal Mexico dari Universitas Surabaya.

Kolaborasi mahasiswa asing dengan PSUA menyanyikan lagu We Are The Champion. (Foto: Istimewa)
Kolaborasi mahasiswa asing dengan PSUA menyanyikan lagu We Are The Champion. (Foto: Istimewa)

Pada kategori Pidato Bahasa Inggris, juara I diraih oleh Yoga Adityatama dari Universitas Negeri Semarang. Juara II diperoleh Anis Wulandari dari Universitas Airlangga. Dan Juara III diperoleh Hedwig Tiara Svayambhu.

Sedangkan pada kategori Lomba Poster, juara I diperoleh Simon Ntamwana dari Universitas Gadjah Mada. Juara II diperoleh Martin Iryayo dari Universitas Negeri Yogyakarta. Dan juara III diperoleh Mohaddeseh Maktabifard asal Iran dari Universitas Indonesia.

“Senang sekali memperoleh juara I pada kompetisi lomba Pidato Bahasa Indonesia ini. Saya merasa bangga, dan saya semakin mencintai negara ini. Dengan berpartisispasi dalam lomba pidato ini, selain mendapatkan price yang sangat mengesankan, saya memperoleh pengalaman sudah belajar  bahasa indonesia selama empat tahun,” ungkap Noemi mahasiswa asal Itali. (*)

Penulis : Disih Sugianti
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu