Hari Terakhir AISC-ISS, Mahasiswa Asing se-Indonesia Ikuti Kelas Budaya dan Pilih Ketua Baru

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa sedang mempraktikkan meramu jamu. (Sumber: Istimewa)

UNAIR NEWS – Peserta masih terlihat antusias dalam mengikuti setiap rangkaian acara gelaran Airlangga International Student Competition – International Student Summit, Rabu (9/11) . Di hari terakhir, kegiatan yang diikuti oleh peserta AISC – ISS adalah “Cultural Classes”. “Cultural Classes” merupakan ruang untuk belajar budaya tradisional Indonesia, dan dilaksanakan di Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga. Sehingga, mahasiswa asing peserta program ini diharapkan bisa mengenal lebih jauh kebudayaan Indonesia.

Cultural classes dibagi menjadi empat kelas, yakni kelas membatik yang dilatih langsung oleh Andriani Primardiana perajin Batik Madura, kelas pembuatan aksesori oleh Diva Arsanti Pratiwi, kelas menari oleh anggota Dent-Tari Fakultas Kedokteran Gigi, dan kelas pengenalan jamu oleh pakar pengobatan herbal Fakultas Farmasi Prof. Dr. Mangestuti Agil, M.S. Apt.

Salah satu peserta asal Ghana, Samuel Anderson, merasa senang dapat mengikuti Cultural classes. Ia merasa senang bisa belajar dan berbagi pengalaman bersama mahasiswa asing dari berbagai benua. “Aku sangat menyukai program ini. Aku bisa bertemu dengan orang-orang baru. Aku bisa belajar mengenai hal-hal baru tentang kebudayaan Indonesia, dan berbagi pengalaman dengan teman-teman dari Afrika, Eropa, Asia dan masih banyak lagi. Aku sangat menikmatinya,” ujar Samuel.

Samuel memilih mengikuti kelas tari. Penggemar tari itu merasa terpesona melihat Tari Saman yang dipertunjukkan mahasiswa FKG. Dalam kelas tari, peserta cultural classes bisa langsung mempraktikkan gerakan Tari Saman. Awalnya, Samuel cukup merasa kesulitan mengikuti gerakan Tari Saman. Menurutnya, gerakan Tari Saman yang dilakukan dengan bersimpuh sangat berbeda dengan konsep tari yang biasa ia lakukan di Afrika.

“Di Ghana, penari menggerakkan seluruh tubuh. Kamu mengekspresikan sebuah lagu dengan menggerakan tubuhmu dari atas kepala sampai ujung kaki. Tapi, hari ini aku lihat Tari Saman yang dilakukan dengan duduk, dan aku rasa itu sulit dilakukan. Tapi, itu sangat menyenangkan. Aku tadi mencobanya dan aku menyukainya,” tambah Samuel sambil terkekeh.

Keempat calon kandidat presiden ISS Club. (Fotografer: Faridah Hari)
Keempat calon kandidat presiden ISS Club. (Fotografer: Faridah Hari)

Di hari yang sama, peserta juga mengikuti rangkaian acara khusus ISS. Dalam acara ini, para mahasiswa asing berdiskusi serta mengutarakan gagasan-gagasan mereka mengenai isu-isu terkini yang terjadi di negara asal maupun Indonesia. Forum ini dilangsungkan di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR.

Di akhir acara, juga dilakukan pemilihan ketua terbaru ISS. Ketua terpilih akan memimpin komunitas mahasiswa asing yang berkuliah di Indonesia (ISS Club). Ketua ISS Club terbaru Hashim Umar Farouk dari Universitas Padjajaran, Jawa Barat, akan memimpin ISS Club sampai tahun 2017. (*)

Penulis : Faridah Hari
Editor : Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu