Menteri Pertanian RI Andi Amran saat memberikan orasinya didepan para tamu undangan. (Foto: UNAIR NEWS)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kamis, 10 November 2016, Universitas Airlangga genap berusia 62 tahun. Perayaan Hari Jadi UNAIR ke-62 tahun ini diperingati dalam bingkai tema “62 Tahun Universitas Airlangga untuk Indonesia Adil dan Beradab”. Sebagai puncak acara, UNAIR mengadakan orasi ilmiah yang diikuti oleh pejabat pemerintahan, sivitas akademika, dan masyarakat umum.

Di ulang tahun UNAIR yang ke-62 tahun, Rektor Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, mengajak seluruh pihak untuk melakukan refleksi dan menguatkan sinergi agar keberadaan sivitas akademika UNAIR bisa memberikan lebih banyak manfaat bagi rakyat Indonesia. Diharapkan, sivitas akademika, baik seluruh mahasiswa dan dosen, bisa mengatasi berbagai persoalan di Indonesia yang masih dilingkupi ketimpangan di segala lini.

"Aspek-aspek keadilan menjadi misi utama UNAIR 62 tahun ini," tandas Rektor UNAIR. "UNAIR harus berkontribusi dalam menegakkan Indonesia yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyatnya," imbuhnya.

"Tanpa keadilan, persatuan akan sulit dilaksanakan. Tanpa keberadaban, permusyawaratan juga akan sulit diciptakan. Keadilan dan keberadaban menjadi syarat untuk NKRI harga mati," seru Prof. Nasih.

Sidang Dies Natalis UNAIR ke-62 tahun dihadiri oleh dua pejabat pemerintahan yakni Menteri Pertanian RI Andi Amran, dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M. Syarif. Masing-masing orator memaparkan kinerja dan harapan di masing-masing institusi yang dipimpin.

Dalam sambutannya, Mentan RI menyampaikan tentang ketahanan pangan nasional. Selama dua tahun, pihaknya mencoba untuk mengurai benang kusut di bidang ketahanan pangan selama ini. Benang  kusut yang dimaksud adalah birokrasi, sumber daya manusia, dan kegiatan ekspor impor.

“Harus dilakukan secara berkesinambungan kita buat grand kebijakan hingga tahun 2045. Harus diselesaikan satu per satu. Bila perlu, kita harus menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Andi.

BACA JUGA:  Kementerian Kajian Strategi BEM FH UNAIR Adakan Diskusi Publik

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M. Syarif saat memberikan orasinya. (Foto: UNAIR NEWS)
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M. Syarif saat memberikan orasinya. (Foto: UNAIR NEWS)

Wakil Ketua KPK RI Laode, dalam orasinya, berharap kajian akademisi perguruan tinggi di bidang keadilan dan korupsi bisa meningkat. Dengan demikian, perguruan tinggi seharusnya bisa menjadi sumber inovasi untuk pemberantasan korupsi di Indonesia.

Hal lainnya yang diharapkan Laode adalah memasukkan kurikulum tentang nilai-nilai antikorupsi di perkuliahan. Menurut Laode, perguruan tinggi harus bisa menjadi sumber pencegahan korupsi dan menjadi teladan bagi warga negara.

“Dalam penegakan antikorupsi, perguruan tinggi harus menjaga marwah dirinya sebagai teladan dan guru anak negeri,” tegas Wakil Ketua KPK RI.

Usai orasi ilmiah, acara dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara Sekjen Transparency International Indonesia (TII) Dadang Trisasongko, Direktur Eksekutif Internasional NGO Forum On Indonesia Development (INFID) Sugeng Bahagijo dengan Rektor UNAIR. Kerja sama itu berkaitan dengan pengembangan sistem penanganan konflik kepentingan di UNAIR.

Selain itu, UNAIR juga memberikan penghargaan kepada sivitas akademika dan alumni yang berprestasi. Kategori penghargaan yang diberikan adalah dosen berprestasi, koordinator program studi berprestasi, tenaga kependidikan berprestasi, mahasiswa berprestasi, dan alumni berprestasi.

Penghargaan alumni berprestasi diterima oleh Muchaiyan, alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR. Sebelumnya, Muchaiyan berhasil menyandang predikat Tenaga Kesehatan Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2016 dari Kementerian Kesehatan.

Ketua Majelis Wali Amanat UNAIR Sudi Silalahi yang juga hadir dalam sidang universitas berharap, UNAIR tetap menjadi kawah candradimuka yang banyak menorehkan tinta emas di masa depan. (*)

Penulis: Dilan Salsabila, Nuri Hermawan
Editor : Defrina Sukma S

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone