Menteri Pertanian RI Apresiasi Produk Unggulan UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman melakukan peninjauan terhadap berbagai produk unggulan UNAIR. (Foto: Defrina Sukma S.)

UNAIR NEWS – Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman memberikan apresiasinya terkait acara pameran riset para peneliti se-Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui setelah acara Indonesia Research and Innovation Expo (IRIEx) 2016 di Airlangga Convention Center, Kamis (10/11).

“Saya mengucapkan Dies Natalis Universitas Airlangga yang ke-62 tahun. Kalau sudah 62 tahun, berarti sudah matang. Karena matang, maka mereka sudah menghasilkan banyak sesuatu yang luar biasa,” tutur Amran.

Sebelum memberikan apresiasinya, secara simbolis, Amran telah membuka acara IRIEx dengan memotong pita bunga. Usai memotong pita bunga, pihaknya didampingi Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T, Ak., Ketua IRIEx Prof. Dr. Suwarno, drh., M.Si., dan Ketua Lembaga Pengembangan Produk Akademik dan Hak Kekayaan Intelektual UNAIR Prof. Dr. Sukardiman, M.S., Apt., melakukan peninjauan ke stan pameran baik yang terdapat di dalam ACC (indoor) maupun di luar ACC.

Mentan melakukan peninjauan terhadap berbagai produk unggulan UNAIR, seperti tanaman obat keluarga (toga), sapi, kambing, kerang, dan domba. Di sela-sela peninjauan tadi, Amran mengemukakan beberapa permintaan terhadap produk toga.

“Saya ingin agar UNAIR bisa mengembangkan penelitian-penelitian ini. Jika ini bisa dikembangkan, maka inflasi bisa ditekan, kemiskinan berkurang, dan belanja rumah tangga menurun,” tutur Amran.

Ketua IRIEx Prof. Suwarno merasa bangga atas apresiasi produk penelitian yang disampaikan oleh Mentan RI. Prof. Suwarno menyampaikan, meski UNAIR tak memiliki fakultas pertanian, tetapi UNAIR memiliki Fakultas Kedokteran Hewan, serta Fakultas Sains dan Teknologi.

“Kita memiliki produk Excelzyme (pupuk) yang bisa membantu petani di Indonesia. Kita juga memiliki semen beku yang bisa dimanfaatkan untuk peternakan sapi. Bahkan, Pak Mentan juga ingin kita menambah produksi semen beku dari UNAIR dengan bantuan dari beliau,” tutur pengajar FKH UNAIR itu.

‘Milik’ Indonesia

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof. Nasih mengatakan, pameran riset ini merupakan kesempatan institusi perguruan tinggi, swasta, dan pemerintah untuk memamerkan produk unggulannya masing-masing.

“Melalui pameran ini, kita tunjukkan pada bangsa, karena apa yang kita peroleh ini berasal dari uang rakyat. Kita gunakan uang rakyat untuk penelitian, dan inilah hasilnya kita pamerkan. Ini bukan expo-nya UNAIR, tetapi expo-nya Indonesia,” tutur Prof. Nasih.

Terkait dengan produk unggulan, rencananya Senin (14/11) di ACC, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI M. Nasir akan hadir dan menyaksikan secara langsung hilirisasi bioproduk peneliti UNAIR kepada pihak industri.

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti RI Muhammad Dimyati yang hadir dalam pembukaan seremoni IRIEx juga turut memberikan apresiasinya kepada UNAIR. UNAIR menduduki peringkat keenam dari 25 perguruan tinggi klaster mandiri berdasarkan kinerja penelitian. Namun, di tengah prestasi UNAIR yang menguat, daya saing bangsa justru menurun.

“Parameternya adalah inovasi, padahal kategori inovasinya meningkat. Ini berarti penelitian perguruan tinggi telah menunjukkan kinerjanya. Akan tetapi kalau kita lihat secara keseluruhan, IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) di Indonesia belum ditempatkan sesuai makamnya. Kita harus bekerja keras dan menunjukkan bahwa IPTEK itu memiliki hasil yang signifikan dan terukur dalam pembangunan,” tuturnya.

Acara IRIEx diramaikan oleh 70 stan pameran. Mereka berasal dari perguruan tinggi, pihak industri, dan pemerintah. Acara ini merupakan bagian dari peringatan Dies Natalis UNAIR ke-62 bertajuk “62 Tahun Universitas Airlangga untuk Indonesia Adil dan Beradab”. (*)

Penulis : Defrina Sukma S
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu