Tarik Minat Mahasiswa FISIP Lanjutkan Studi ke Prancis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi dainusantara.com

UNAIR NEWS – “Kita bisa belajar dan melanjutkan studi di mana pun di luar negeri.” Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Prof. Myrtati Diah Artaria, M.A., Ph.D, di sela-sela acara “Diskusi Reboan”, Rabu (9/11).

Menurut Prof. Myrta, banyaknya peluang akademis yang bertebaran di luar sana seharusnya bisa dimanfaatkan oleh para mahasiswa maupun dosen untuk terus mengembangkan diri. Peluang akademis yang dimaksud adalah mobilitas akademik berupa melanjutkan studi baik dengan beasiswa maupun tidak, pertukaran mahasiswa, staf pengajar, dan kolaborasi riset.

Salah satu negara yang bisa dituju untuk tujuan akademis di bidang ilmu sosial dan ilmu politik adalah Prancis. Dalam diskusi reboan, Alessandro Mariani International Affairs Manager for China and South-East Asia Science Po, Prancis, berusaha menarik minat para mahasiswa FISIP UNAIR untuk melanjutkan studi di institusi yang khusus mempelajari bidang ilmu politik itu.

Ada banyak program studi yang ditawarkan oleh sekolah yang berlokasi tak jauh dari Menara Eiffel itu. Di antaranya Komunikasi, Jurnalisme dan Hubungan Internasional, Ilmu Ekonomi, dan Kebijakan Publik. Terkait dengan admisi mahasiswa baru, warga negara non-Prancis tak perlu khawatir dengan kemampuan bahasa Prancis, karena beberapa prodi itu ditawarkan dalam Bahasa Inggris.

“SciencePo memiliki program studi yang diajarkan dengan berbahasa Inggris. Mahasiswa asing juga diajari oleh para profesor yang sama (dengan mahasiswa domestik) karena kami ingin agar mahasiswa asing bisa merasakan pengalaman yang sama,” tutur Alessandro.

Untuk mendaftar di SciencePo, pendaftar juga perlu melampirkan surat referensi dari pihak pemberi rekomendasi, transkrip nilai akademik, dan personal statement. Terkait hal ini, Alessandro mengatakan, dalam membuat personal statement, ia berharap agar calon pendaftar lebih menekankan kemampuan mereka yang bisa dikembangkan selama studi di SciencePo, dan sebaliknya.

Beasiswa yang ditawarkan oleh penyandang dana di SciencePo juga tak sedikit. Mahasiswa di sana bisa memanfaatkan bantuan biaya kuliah dari Eiffel Scholarship, Boutmy Scholarship, pinjaman dana kuliah dari pemerintah maupun institusi terkait di sana. Terkait dengan biaya hidup, Alessandro juga tak menampik bahwa biaya hidup di Prancis cukup mahal.

“Ya, biaya hidup di Prancis memang mahal bahkan lebih mahal dari Surabaya. Hahaha. Tetapi, mahasiswa memegang memiliki kartu tanda mahasiswa (student card). Kartu tanda mahasiswa bisa dimanfaatkan untuk pergi nonton, hingga bepergian dengan kereta. Kalian mendapatkan potongan dengan menggunakan kartu tanda mahasiswa itu,” imbuhnya.

Di SciencePo, setiap mahasiswa juga diwajibkan untuk mengikuti program magang pada semester akhir. Mahasiswa hanya diperbolehkan untuk menjalani magang di luar Prancis dan negara asal. Ia menambahkan, keikutsertaan mahasiswa dalam program magang bisa membantu mereka untuk mendapatkan pekerjaan sebelum lulus. (*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu