Pentingnya Memahami HAM dalam Dunia Bisnis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
James Kallman selaku President Director of Moores Rawland saat memberikan materinya dalam Seminar Internasional, Senin (1/11). (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Topik hak asasi manusia (HAM) selalu menarik untuk dibicarakan. Di Indonesia sendiri, setiap HAM warga negaranya dijamin melalui konstitusi. Di era saat ini, HAM juga diterapkan dalam dunia bisnis baik di dalam maupun luar negeri.

Departemen Hukum Internasional, Fakultas Hukum, Universitas Airlangga, juga tak mau ketinggalan dengan isu terkini di bidang HAM. Pada Selasa (1/11), ada banyak pembicara yang hadir dalam seminar internasional bertajuk “On Corporate Human Rights Due Diligence”. Acara dilangsungkan di Balai Adika, Hotel Majapahit, pada pukul delapan pagi sampai lima sore.

Pembicara yang hadir dalam seminar tersebut adalah Dinant Natanegara selaku Director of Security and Business Service BP, Arnold Kayame selaku Vice President of Community Relation and Human Rights PT. Freeport Indonesia, James Kallman selaku President Director of Moores Rawland dan Dicky Komar selaku Direktur HAM Kementerian Luar Negeri RI. Tak kurang seratus peserta yang terdiri dari mahasiswa S-1, S-2, S-3 FH UNAIR, dosen, firma hukum, kamar dagang dan industri, dan instansi lainnya turut mengadiri seminar ini.

Seminar kali ini membahas banyak hal di antaramya dampak HAM dalam bisnis, perjanjian kerja sama antara Global Business Initiative (GBI) Rights dan Moores serta implementasi kesepakatan mengenai HAM dalam bisnis mengikat negara-negara khususnya Indonesia.

Dalam pemaparannya, James mengatakan bahwa bisnis bertanggung jawab terhadap HAM. Pertanggungjawaban itu tak hanya terbatas pada laporan keuangan, tetapi juga sistem manajemen dan dampak keberadaan perusahaan bagi masyarakat lokal.

Terkait dengan kesepakatan negara-negara di bidang bisnis, Dicky menghendaki agar pelaku bisnis benar-benar memahami HAM yang berlaku di negara-negara mana pun. Sebab, pemahaman terkait HAM bisa menjamin kelangsungan bisnis di suatu negara.

“HAM ini dianggap penting dalam bisnis. Mereka (pelaku bisnis) hendaknya memahami pentingnya HAM bagi bisnis di manapun berada. Selain itu, HAM merupakan mandat konstitusi,” ungkap Dicky.

Selain mandat konstitusi, pengusaha wajib memahami HAM agar kegiatan bisnis menjadi lebih sehat dan tidak merugikan salah satu atau kedua belah pihak. (*)

Penulis: Pradita Desyanti
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu