Krisis Kepemimpinan Jadi Problem Generasi Muda

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Letnan Jenderal TNI Agus Sutomo S.E., saat memberikan kuliah umum. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – Mengusung tema “Peran Mahasiswa Dalam Mengatasi Ancaman dan Membangun Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, kuliah umum oleh Komandan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Dansesko TNI) Letnan Jenderal TNI Agus Sutomo di Universitas Airlangga diikuti oleh sekitar 300 mahasiswa.

Dalam kuliah yang diselenggarakan di Aula Kahuripan 300 Kampus C UNAIR itu, Agus menjelaskan tentang pentingnya peran pemuda dalam menyongsong satu abad Republik Indonesia. Baginya peran pemuda sangatlah strategis untuk menentukan kejayaan sebuah bangsa.

“Dalam perjuangan menuju Indonesia Emas 2045, peran pemuda sangatlah strategis,” tegas Agus dalam paparannya, Senin (7/11).

Agus mengajak peserta untuk kembali menengok sejarah perjuangan hingga kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para kaum muda. Penyebab kehancuran dua peradaban terbesar di Nusantara (Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit) adalah krisis kepemimpinan dan konflik internal. “Krisis kepemimpinan ini sebagai satu problem dari ketidaksiapan generasi muda,” tandasnya.

Tidak hanya membahas perihal pemuda, Agus juga menyinggung tentang pertumbuhan penduduk dunia. Baginya, perihal pertumbuhan penduduk dunia yang semakin pesat ini kurang mendapat perhatian manusia. Pesatnya angka pertumbuhan penduduk berdampak pada ketersediaan energi minyak dunia.

“70 persen konflik di dunia sekarang ini diakibatkan kebutuhan energi dan terjadi di negara-negara yang memiliki energi minyak dunia,” paparnya. “Energi fosil akan habis dan akan diganti dengan energi hayati,” imbuhnya.

Ketersediaan energi hayati dan ketersediaan pangan serta air ke depan akan menjadi perhatian baru bagi masyarakat dunia. Agus Sutomo menambahkan bahwa ketersediaan energi baru tersebut ada di negara-negara ekuator. Salah satunya Indonesia.

“Energi, pangan, dan air bersih kini menjadi fokus pemimpin dunia saat ini. Ini kelihatannya sederhana. Ingat peta konflik dunia hari ini ada pada negara-negara penghasil minyak. Ke depan mungkin bisa bergeser ke negara kita,” jelasnya menegaskan. (*)

Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu