Ilustrasi Poster
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Guna memberikan wawasan dan pengalaman mahasiswa terhadap lingkup internasional, UNAIR melalui Direktorat Pendidikan bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) mengadakan student summit dan kompetisi internasional.

Menurut Koordinator Program Pendidikan Internasional (PPI), Direktorat Pendidikan UNAIR, Jani Purnawanty, S.H., S.S., LL.M, awalnya, UNAIR sudah merencanakan dan mempersiapkan acara bernama “Airlangga International StudentCompetition” (AISC) dengan tajuk “The Role of Youth tobe Agents of Change for Community Empowerment” .

“Kemudian pada bulan Juni, DIKTI memberikan mandat pada UNAIR untuk menjadi tuan rumah International Student Summit (ISS). Itu acara tahunan dari DIKTI,” jelas Jani. “Model kegiatannya ternyata mirip dengan AISC. Sehingga ketika mandat itu diterima UNAIR, kemudian dijadikan satu, digabungkan dengan AISC,” imbuhnya.

Menurut Jani, dengan memasuki era globalisasi, mahasiswa UNAIR perlu untuk mendapatkan wawasan internasional. Namun, tidak semua mahasiswa UNAIR berkesempatan untuk pergi ke luar negeri karena kendala hal tertentu. Sehingga, acara yang diadakan pada tanggal 07 hingga 10 November ini mampu menjadi wadah bagi mahasiswa UNAIR untuk melatih interaksi dengan mahasiswa internasional.

“Maka yang diupayakan UNAIR adalah mendatangkan mahasiswa asing ke UNAIR. Jadi semakin banyak mahasiswa UNAIR yang mempunyai pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa internasional di bidangnya,” terangnya.

Diadakannya kompetisi AISC yang bebarengan dengan student summit, agar mahasiswa lokal UNAIR dapat berinteraksi sembari mengukur kemampuannya ketika berkompetisi dengan sesama mahasiswa pada lingkup internasional.

Sampai saat ini, peserta ISS dan AISC sudah mencapai 85 mahasiswa asing dan 35 dosen pendamping. Selain itu, hampir seluruh mahasiswa asing yang studi di UNAIR pun turut diikutkan. “Mahasiswa asing dari beberapa program seperti amerta, KNB, dan program permata juga diikutkan. Dari slotitu ada 89 peserta. Sedangkan mahasiswa lokal UNAIR sendiri ada 49 orang. Plus yang diluar skema itu kurang lebih 30 (non-UNAIR, Red),” ujar Jani.

Selain memberikan pengalaman bagi mahasiswa UNAIR untuk mempunyai exposure terhadap dunia internasional, Jani berharap acara ini mampu meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa UNAIR untuk berkompetisi.

“Intinya adalah mempersiapkan mahasiswa UNAIR untuk being a global student, kan ketemu WCU (World Class University, –red). Jadi harus kita perkenalkan bagaimana interaksinya dengan mahasiswa mancanegara,” pungkasnya.

Terkait AISC, ada tiga kompetisi yang dilombakan, yaitu orasi bahasa Inggris, orasi bahasa Indonesia, dan lomba poster. Ada 4 tema yang harus dipilih oleh peserta ketiga lomba tersebut, keempat tema tersebut yaitu kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan.

Rencananya, ISS akan dihadiri oleh Walikota Surabaya Dr.(HC) Ir. Tri Rismaharini, M.T sebagai Keynote Speaker. Dalam acara tersebut, peserta juga akan diberi pelatihan membuat batik, membuat jamu, dan disuguhi penampilan tari tradisional. (*)

Penulis : DilanSalsabila
Editor    : Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone