Suasana kunjungan kerja tim pertimbangan fakultas Universitas Indonesia ke Universitas Airlangga, Kamis (3/11). (Foto: Defrina Sukma S.)
ShareShare on Facebook82Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Perwakilan rombongan Badan Pertimbangan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (BPF FKM UI) menyampaikan apresiasinya kepada BPF FKM Universitas Airlangga terkait pemilihan ketua BPF. Pasalnya, pemilihan ketua BPF di UNAIR dipilih berdasarkan pelaksanaan musyawarah/mufakat.

Itulah yang disampaikan oleh Prof. Hadi Pratomo dalam kunjungan kerja ke Senat Akademik dan BPF KM UNAIR, Kamis (3/11). Acara kunjungan kerja dilaksanakan di Aula Kahuripan 301, Kantor Manajemen, Kampus C UNAIR. Dalam acara itu, sebanyak sembilan orang dari UI diterima oleh 12 pihak Senat Akademik, dan BPF KM UNAIR.

Dalam acara kunjungan kerja itu, dibahas empat isu diskusi yang meliputi proses penyusunan norma akademik di tingkat universitas dan impementasi di fakultas, proses pengawasan penjaminan mutu akademik, sistem remunerasi sebagai bagian dari proses akademik, dan siklus penetapan anggaran.

Terkait dengan pemilihan ketua BPF, Dekan FKM UNAIR Prof. Dr. Tri Martiana, dr., M.S., mengatakan pihaknya lebih mengutamakan musyawarah di FKM.

“Kami mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat karena lebih cepat,” tutur Prof. Tri.

Senada dengan Dekan FKM UNAIR, Ketua Senat Akademik Prof. Dr. M. Amin, dr., Sp.P (K) turut menimpali pernyataan Prof. Tri. “Di Fakultas Kedokteran (FK) juga seperti itu,” tutur Prof. Amin yang juga Guru Besar FK UNAIR itu.

Selain soal pemilihan ketua, mereka juga sempat menyinggung soal remunerasi. Setiap dosen di UNAIR yang memiliki jabatan struktural seperti kepala departemen, lembaga, atau unit kerja lainnya, akan mendapat insentif prestasi kerja yang telah diatur oleh universitas. (*)

Penulis : Defrina Sukma S.
Editor    : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook82Tweet about this on Twitter0Email this to someone