Foto: Universitas Airlangga
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Dies Natalis UNAIR ke-62 begitu berwarna. Ragam kegiatan telah dipersiapkan dengan matang. Salah satu di antara kegiatannya adalah operasi katarak gratis untuk 30 pasien kurang mampu. Acara tersebut rencananya akan dilaksanakan Sabtu, 5 November 2016.

Operasi katarak gratis merupakan salah satu rangkaian acara bakti sosial dalam Dies Natalis UNAIR. Selain operasi katarak gratis, bakti sosial akan dilengkapi dengan seminar deteksi dini kanker, seminar gigi sehat, dan donor darah.

Koordinator operasi katarak gratis, dr.  Maitri Anindita, Sp.M mengatakan, selain memperingati Dies Natalis UNAIR, operasi katarak gratis ini juga memberitahukan kepada masyarakat, bahwa Rumah Sakit UNAIR  juga melayani operasi katarak.

“Kita buka operasi katarak ini baru empat atau lima bulan yang lalu, karena mesinnya seperti mikroskop dan lainnya, baru datang,” ujarnya. “Sebelumnya, bagi pasien yang terindikasi katarak kita arahkan ke dr. Soetomo (Rumah Sakit, Red),” imbuh salah satu dokter spesialis mata RS UNAIR tersebut.

dr. Maitri mengatakan, sebenarnya pendaftaran operasi katarak gratis ditutup pada tanggal 21 Oktober. Namun, karena banyak pendaftar yang terkendala oleh persyaratan, pendaftaran diperpanjang hingga Kamis, (03/11). Dalam hal ini masyarakat bisa mendaftar tanpa syarat, asal memang terindikasi katarak.

“Sebenarnya, persyaratan dari sponsor kita itu harus menyertai SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu, Red), tapi banyak yang terkendala dengan itu, karena ngurusnya itu rumit. Jadi akan kita perpanjang sampai besok (Kamis, 03/11, Red). Setelah tanggal 21 itu, kita dapat sponsor, dan tanpa syarat SKTM, yang penting dia terindikasi katarak,” jelas dr. Maitri.

Setelah dibebaskan dari syarat, sampai saat ini (Rabu, 02/11) sudah puluhan jumlah pasien yang mendaftar operasi katarak gratis. Namun, pendaftar akan diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan bahwa dia adalah penderita katarak.

BACA JUGA:  BEM FK UNAIR Jalin Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Terbaik di Asia

“Tidak semua penurunan tajam penglihatan itu katarak. Maka dari itu, untuk operasi katarak kita ada pemeriksaan awal untuk memastikan. Takutnya, pas hari-H kita lakukan screening, ternyata bukan katarak, kan kasihan juga,” terangnya.

Dr. Maitri menjelaskan bahwa seorang pasien menderita katarak karena adanya kekeruhan pada lensa mata, sehingga mengakibatkan penurunan tajam penglihatan. Hal tersebut yang membedakan indikasi katarak, dengan penyebab penurunan tajam penglihatan lainnya.

“Semua orang berisiko menderita katarak, karena proses penuaan,” jelas dr. Maitri.

Rencananya, operasi katarak gratis akan dilakukan hanya dalam sehari di kamar operasi lantai 7 RS UNAIR. “Kalau lancar, operasi katarak untuk satu pasien biasanya cuma butuh maksimal satu jam, paling setengah jam,” jelas dr. Maitri.

Dr. Maitri mengungkapkan, untuk saat ini, timnya masih akan menggunakan operasi secara manual. Karena timnya masih belum memiliki Alat Phaco (alat operasi tanpa jahitan, -red). “Saat ini, kita akan operasi secara manual, karena masih belum punya Phaco. Kalau sudah punya, pasien yang menderita katarak setengah matang pun bisa kita tangani,” ungkapnya.

Operasi katarak gratis ini diharapkan bisa membantu masyarakat yang tidak memiliki BPJS dan menderita kebutaan, sehingga dapat meningkatkan tajam penglihatannya. “Kalau sudah demikian, otomatis kualitas hidupnya juga meningkat, dia tidak tergantung dengan orang lain, bisa mengerjakan sesuatu dengan mandiri,” harap dr. Maitri.

“Selain itu, operasi katarak gratis ini sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat luas, bahwa kita juga mampu menangani operasi katarak, dan kita gak kalah sama RS Swasta lain. Sekalian mereka juga biar tahu bahwa di sini adalah rumah BPJS,” pungkasnya. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Nuri Hermawan

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone