Peneliti se-Indonesia Ikuti Seminar Biologi Molekuler di FKH

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana "International Seminar: Molecular Biology in Veterinary Medicine" di Ruang Aula Tandjung Adiwinata FKH UNAIR (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Sel punca atau yang lebih dikenal dengan stem cell, menjadi salah satu pemain utama dalam terapi pengobatan saat ini. Dalam tubuh hewan dan manusia normal, sel punca bisa menyambung organ dan jaringan. Sedangkan, dalam tubuh hewan dan manusia yang sakit, sel punca dapat digunakan sebagai terapi untuk memperbaiki jaringan yang rusak.

Hal itu diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, DVM., dalam “International Seminar: Molecular Biology in Veterinary Medicine”. Acara seminar internasional itu diselenggarakan di Ruang Tandjung Adiwinata, FKH UNAIR, Rabu (2/11).

Prof. Fedik menjelaskan tentang peran sel punca dalam comparative medicine. Comparative medicine itu sendiri merupakan suatu istilah untuk penerapan metode medis yang dipelajari untuk kedokteran manusia kepada spesies hewan. Menurut Prof. Fedik, peranan sel punca itu sendiri cukup penting untuk memperbaiki sel maupun jaringan manusia yang rusak. Sebelum sel punca itu diaplikasikan kepada manusia, maka sel punca itu terlebih dahulu ditanamkan pada hewan.

Selain Prof. Fedik, ada pula Prof. Fatchiah dari FKH Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Wolfgang Nellen dari Universitas Kassel, Jerman, Prof. Dr. Yung-Chan Lin dari Universitas Nasional Chung Hsin, Taiwan, dan Prof. Bambang Sektiari dari FKH UNAIR yang menjadi pemateri dalam sesi diskusi tersebut. Acara dihadiri oleh lebih dari seratus sivitas akademika FKH, baik dari kalangan mahasiswa, alumni, dosen, maupun peneliti.

“Kita ini sedang mengarah ke level internasional dengan basis molekuler, untuk buat vaksin, kit diagnostik, itu berbasis molekuler. Dengan adanya seminar ini, kita ingin mengakselerasi ide untuk membuat sesuatu yang baru,” tutur Prof. Fedik.

Selain acara seminar, ada juga 30 poster ilmiah yang dipamerkan. Sejumlah poster yang dipamerkan itu di antaranya “Bacterial Isolation and Molecular Identification of Avibacterium paragallinarum of Chickens Derived from Kupang Regency” dari Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT,  “Review: Molecular Epidemiology of Newcastle Disease in Wild Waterfowl in North Queensland, Australia” dari FKH Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT, dan “The Impact Strength of Post-Fracture Femur in White Rat (Rattus norvegicus) Ovariectomize with Extract Cissus quadrangularis” dari FKH UNAIR. (*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu