Cegah Karies, Dokter Gigi Anak Pecahkan Rekor MURI

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Panitia berfoto bersama dengan membawa piagam Rekor MURI (29/10) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Para dokter gigi anak di Jawa Timur berhasil menorehkan rekor baru. Pada Sabtu (29/10), dokter gigi yang tergabung dalam Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) Daerah Jawa Timur bekerja sama dengan Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak (IKGA), Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga memecahkan rekor baru melalui penyelenggaraan acara pencegahan karies pada anak.

Acara bertema “Pemeriksaan Karies dan Aplikasi Fluoride kepada 2000 Siswa SD” itu dilaksanakan di Balai Kota Pemerintah Kota Batu. Selaku tuan rumah lokasi, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko memberikan apresiasinya kepada penyelenggara acara tim IDGAI dan IKGA FKG UNAIR.

“Wali Kota Batu dalam pembukaannya sangat berbahagia karena memilih Batu sebagai tempat pelaksanaan acara ini,” tutur ketua panitia acara Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA (K).

Kehadiran pihak Museum Rekor Indonesia (MURI) diwakili oleh Deputi Manajer Ariyani Siregar. Dalam sambutannya, Ariyani menyampaikan tanggapan positifnya terhadap pelaksanaan acara.

Berjalan meriah

Pelaksanaan acara berlangsung dengan lancar dan meriah. Sejak sekitar pukul tujuh pagi, peserta yang terdiri dari pelajar sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah itu sudah memenuhi kawasan balai kota. Antusiasme tak hanya datang dari peserta tetapi juga para dokter gigi yang akan memberikan pelayanan.

“Pelaksanaannya sangat luar biasa. Dari jam 7 pagi sudah terlihat antusiasme, baik dari dokter-dokter giginya maupun murid-muridnya,” tutur Sindy ketika dihubungi UNAIR NEWS.

Guna memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta sekolah dasar, tim IDGAI dan IKGA FKG UNAIR mendatangkan 250 operator medis yang terdiri dari dokter gigi anak dan dokter gigi umum dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Makassar, Ternate, Balikpapan, Banjarmasin, Bandung, Jakarta, Medan, Lombok, dan berbagai wilayah lainnya.

Acara ini terdiri atas empat kegiatan. Pertama, penyuluhan kesehatan gigi anak. Kedua, sikat gigi bersama. Ketiga, pemeriksaan kesehatan gigi anak. Keempat, pemberian topikal aplikasi fluor.

Topikal aplikasi fluor adalah pengulasan zat yang mengandung fluor pada seluruh permukaan gigi. Prosesnya, gigi pada anak-anak diolesi dengan bahan cair seperti kuteks. Dengan pengolesan fluor, diharapkan bisa mencegah karies gigi secara dini pada anak-anak.

Kegiatan pencegahan karies pada gigi itu didasari laporan riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013. Dalam laporan itu dikatakan sebanyak 53 persen penduduk Indonesia di atas usia 12 tahun mengalami karies pada gigi (gigi berlubang). Angka meningkat dibandingkan tahun 2007 yang berada pada angka 43 persen. Padahal, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI menargetkan penduduk Indonesia bebas karies pada tahun 2030.

Sedangkan, lokasi Kota Batu dipilih dengan alasan bersamaan dengan hari jadi kota apel yang ke-15. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu