Ustaz Prof. Dr. KH. Muhammad Ali Aziz, M.Ag., saat memberikan ceramah di Aula Tanjung Adiwinata FKH UNAIR (Foto: Nuri Hermawan)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Pada kesempatan pengajian rutin sivitas akademika Universitas Airlangga kali ini, momentum Tahun Baru Hijriah menjadi tema yang diangkat. Bertempat di Aula Tanjung Adiwinata Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR, Rabu (27/10), pengajian rutin tersebut diisi oleh Ustaz Prof. Dr. KH. Muhammad Ali Aziz, M.Ag.

Pada ceramahnya, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menyampaikan beberapa hal seputar pentingnya hijrah. Namun sebelum menyangkut hal tentang hijrah, terlebih ia menyampaikan pentingnya memaknai surat Ali Imran ayat 190-194. Dalam ayat yang berisi tentang penciptaan langit bumi dan segala isinya serta pergantian siang malam, ustaz Ali Aziz mengingatkan para hadirin bahwa hidup terus berganti sebagaimana bergantinya siang dan malam.

“Kalau menengok ayat tersebut, hidup ini tak selamanya siang atau malam. Yang sekarang hidupnya masih gelap karena berbagai persoalan. Pola hidup perlu diubah. Ingat dalam pergantian siang dan malam itu ada ayat-ayat Allah,” terangnya.

Ustaz Ali Aziz juga melanjutkan isi dari ayat tersebut, bahwa yang bisa membaca tanda-tanda kebesaran Allah SWT adalah ulul albab atau orang cerdas. Trainer Terapi Shalat Bahagia tersebut juga menjelaskan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang ingat pada Allah waktu duduk, berbaring,  berdiri, dan dalam segala keadaan.

BACA JUGA:  Membina Keluarga Harmonis

“Ingat Allah SWT terus itu berarti selalu ingat batas-batas perintah dan larangan-Nya dalam segala hal, dan selalu berdoa dalam segala keadaan,” tegasnya. “Inilah hijrah. Yang mulanya setiap aktivitas tanpa doa maka harus hijrah dengan memulai segala aktivitas dengan doa,” imbuhnya.

Turut hadir mewakili rektor UNAIR, Direktur SDM UNAIR Dr. Purnawan Basundoro, M.Hum. Dalam sambutannya, Purnawan menyampaikan bahwa kegiatan rutin bulanan tersebut semata-mata diniatkan untuk menambah ilmu.

“Dengan pengajian ini semoga ilmu kita bertambah. Jika ilmu bertambah maka amal kita juga terus bertambah,” paparnya.

Dosen Ilmu Sejarah UNAIR tersebut juga menyampaikan bahwa tema pengajian yang dikaitkan dengan tahun baru hijriah tersebut dimaksudkan untuk mempelajari pentingnya proses hijrah Nabi Muhammad SAW.

“Momentum ini sangat penting. Seberapa besar kita bisa mengambil hikmah. Berjuanglah sampai titik penghabisan. Jika sudah mentok, barulah hijrah. Dalam konteks kekinian marilah bekerja semaksimal mungkin. Fisik tidak harus hijrah, tapi mental harus. Misal, dari malas malasan untuk hijrah ke arah lebih baik,” tegas Purnawan. (*)

Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Dilan Salsabila

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone