Nadia Wisudawan Terbaik S2 FKG, Eri Susanto Ingin Sempurnakan KBBI

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Nadia Kartikasari, M.Kes. (kanan) wisudawan terbaik S-2 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Eri Susanto, M.Hum wisudawan terbaik S-2 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dalam wisuda September 2016. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – “Karakteristik Scaffold Bovine Hydroxyapatite Gelatin Kitosan Terhadap Viabilitas dan Perlekatan Bone Marrow – Mesenchymal Stem Cell Tikus”, adalah judul tesis Nadia Kartikasari, M.Kes. Penelitian tesis itu ikut mengantarkannya menjadi wisudawan terbaik S-2 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga dalam wisuda September 2016 lalu.

Nadia Kartikasari
Nadia Kartikasari, M.Kes. wisudawan terbaik S-2 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) (Foto: Istimewa)

Peraih IPK 3,93 ini menjelaskan, hilangnya struktur normal pembentuk bagian tubuh pada tulang masih menjadi tantangan besar di bidang kedokteran gigi. Penggunaan bahan graft sebagai salah satu metode yang banyak digunakan saat ini masih banyak memiliki kekurangan.

“Sebab kekurangan itu, saat ini mulai dikembangkan rekayasa jaringan. Komponen utama yang digunakan dalam rekayasa jaringan adalah scaffold. Pada penelitian ini saya menggunakan scaffold yang terbuat dari bovine hydroxyapatite yang dibuat oleh Bank Jaringan, RSUD Dr. Soetomo, yang dikombinasi dengan gelatin dan kitosan,” kata perempuan penghobi nonton dan jalan-jalan ini.

Menjalani studi dengan prinsip manajemen waktu, ternyata tidak menunda pekerjaannya. Sebab ia harus melakoni beragam aktivitas seperti kuliah, tugas, praktik, dan urusan lain. “Selama kuliah saya sibuk di kampus dan tempat praktik. Pagi kuliah dan malam bekerja di tempat praktik,” jelasnya.

Sebelum meraih gelar lulusan terbaik jenjang Magister, Nadia juga pernah menjadi wisudawan terbaik S1 FKG UNAIR pada 2013. Selain itu, ia juga pernah mendapat beasiswa pertukaran pelajar untuk program short stay 6 months di Universitas Hiroshima, Jepang.

Ditanya pengalamannya selama menempuh studi, ia mendapatkan banyak teman baru dari disiplin ilmu berbeda dalam satu kelas, seperti perawat gigi, kesehatan masyarakat, dan perawat umum. “Walaupun kami berbeda disiplin ilmu tapi kami tetap kompak mendukung satu sama lain,” pungkasnya.

Perduli Terhadap Kesempurnaan KBBI

Eri Susanto
Eri Susanto, M.Hum wisudawan terbaik S-2 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) (Foto: Istimewa)

SEMENTARA itu, dalam kamus pun ternyata juga tak lepas dari kekurangan. Kekurangan dalam setiap kamus diperbaiki dalam penyempurnaan atau revisi yang selalu dikerjakan oleh tim editor, dari waktu ke waktu. Hal tersebut dikarenakan oleh bahasa sumber kamus yang berkembang sepanjang waktu.

Hal itu menggelitik Eri Susanto, M.Hum untuk melakukan penelitian untuk tesisnya “Evaluasi Kelas Kata pada Lema KBBI IV: Kajian Linguistik Korpus”. Hasilnya? Dari tesis itu ikut menunjang Eri lulus terbaik S-2 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dalam wisuda September 2016. Ia merengkuh IPK 3,86.

Dalam penelitiannya, Ia berusaha mendapatkan lema-lema (kata/frase masukan dalam kamus diluar definisi) yang mengalami perkembangan dalam pembagian kelas kata lema di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), dan menjelaskan pengaruh frekuensi penggunaan dengan perkembangannya. Selama meneliti, pria asal Grobogan Jateng ini tak mengalami kesulitan, meski butuh waktu dan tenaga. Meraih data-data juga dengan mudah.

“Penelitian ini butuh waktu dan tenaga yang lumayan. Penyediaan data sangat mudah, namun pengelompokan dan selanjutnya, seperti telaah data, membuat tertekan dengan diperparah oleh waktu. Namun hasilnya memuaskan,” pungkas pengajar Bahasa Prancis di IFI Surabaya ini.

Eri berharap hasil penelitiannya bisa menyumbang bagi penyempurnaan KBBI, khususnya terkait kelas kata. “Ambil berkah setiap ilmu. Hormati. Laksanakan sebaik mungkin. Terlaksana lebih baik daripada sempurna, karena kesempurnaan sejati adalah kematian diri,” katanya. (*)

Penulis: Lovita Marta F & Nuri Hermawan

Editor: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu