Ajak 2.000 Siswa SD, Para Dokter Gigi Anak Siap Pecahkan Rekor MURI

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Para dokter gigi anak yang akan bertugas di Jambore Nasional Pengabdian Masyarakat: Gigi Sehat Senyum Ceria Anak Indonesia, pada 27 - 28 Oktober mendatang. (Foto: Defrina Sukma S)

UNAIR NEWS – Berdasarkan laporan riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013, sebanyak 53 persen penduduk Indonesia di atas usia 12 tahun mengalami karies pada gigi (gigi berlubang). Angka meningkat dibandingkan tahun 2007 yang berada pada angka 43 persen. Padahal, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI menargetkan penduduk Indonesia bebas karies pada tahun 2030.

Untuk mencapai target itu, tenaga medis pun tak tinggal diam. Para anggota Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IKDGAI) Pengurus Daerah Jawa Timur bekerja sama dengan pengajar Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga, akan menyelenggarakan acara pengabdian masyarakat yang diikuti ribuan siswa sekolah dasar.

Tepatnya, sekitar 2.000 siswa sekolah dasar di Kota Batu akan diajak untuk berpartisipasi dalam mencegah karies pada gigi. Rencananya, acara bertajuk “Jambore Nasional Pengabdian Masyarakat: Gigi Sehat Senyum Ceria Anak Indonesia” akan diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 28 – 29 Oktober 2016. Acara akan dilaksanakan di halaman Balai Kota Pemerintah Kota Batu, bertepatan dengan momentum selebrasi Hari Jadi Kota Batu ke-15.

Menurut Ketua Jambore Nasional Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA (K), acara ini merupakan tindakan preventif yang dilakukan oleh para dokter gigi anak untuk mencegah karies pada gigi. Tujuannya, membangkitkan masyarakat untuk mencegah gigi agar tidak berlubang.

“Kita ingin menggaungkan pencegahan karies pada gigi. Kita tidak bisa kalau hanya sekadar leaflet. Kita harus bergerak langsung. Kalau mau kontinyu, ini dilakukan oleh tenaga medis. Kita ingin membuat event yang akbar supaya gaungnya terdengar dulu agar nanti di follow up oleh pemerintah,” tutur Sindy.

Acara ini melibatkan para dokter gigi se-Indonesia. Sekitar 200 dokter gigi dan dokter gigi anak yang tergabung dalam IKDGAI dan PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) akan memberikan pelayanan medis terhadap dua ribu siswa kelas empat sampai enam sekolah dasar.

Acara ini terdiri atas empat kegiatan. Pertama, penyuluhan kesehatan gigi anak. Kedua, sikat gigi bersama. Ketiga, pemeriksaan kesehatan gigi anak. Keempat, pemberian topikal aplikasi fluor.

Topikal aplikasi fluor adalah pengulasan zat yang mengandung fluor pada seluruh permukaan gigi. Sindy menjelaskan, gigi anak-anak diolesi dengan bahan cair seperti kuteks. “Gigi pada anak-anak diolesi dengan bahan seperti kuteks tapi dia bersatu dan diserap oleh gigi sehingga zat tersebut bisa melindungi gigi agar gigi lebih kuat dan tidak berlubang,” tutur pengajar pada Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Anak FKG UNAIR.

Acara jambore nasional ini juga sudah didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI) oleh pihak panitia. Sindy menjelaskan, acara pencegahan karies terutama dengan massa sebanyak itu, belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karenanya, bukan tak mungkin acara yang merupakan bagian dari Dies Natalis UNAIR ke-62 ini berhasil memecahkan rekor di Indonesia. (*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu