Dubes RI untuk Rusia Tawarkan Prodi Sastra Rusia di UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana pertemuan yang diikuti oleh jajaran pimpinan UNAIR dengan Dubes RI untuk Rusia. (Foto: Defrina Sukma S)

UNAIR NEWS – Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Mohamad Wahid Supriyadi beserta stafnya bertandang ke Universitas Airlangga, Selasa (18/10). Rombongan dubes diterima oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, di ruang Rektor, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR.

Selain Prof. Nasih, jajaran pimpinan yang hadir dalam pertemuan ini di antaranya adalah Wakil Rektor III Prof. Ir. M. Amin Alamsjah, Ph.D, Sekretaris UNAIR Drs. Koko Srimulyo, M.Si, Ketua International Office and Partnership Dian Ekowati, Ph.D, Direktur Pendidikan Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Ph.D, beserta wakil dekan tiga dari berbagai fakultas.

Dalam pertemuan itu, dibahas beberapa poin menarik. Wahid mengusulkan agar UNAIR bisa membuka program studi Sastra Rusia. Sebab, universitas di Indonesia masih sedikit yang memiliki prodi tersebut.

“Ini adalah usulan dari kita karena sekarang ini kan baru ada dua universitas yang menawarkan dua prodi Sastra Rusia. Sementara itu hubungan politik dan bisnis semakin meningkat. Jadi, ini bagus sebagai peluang atau opportunity bagi lulusan-lulusan yang mengerti Bahasa Rusia. Kita usulkan ada semacam jurusan Sastra Rusia atau Pusat Studi Rusia,” tutur Wahid.

Wahid juga menawarkan adanya program pertukaran mahasiswa dari UNAIR ke kampus – kampus di Rusia. Nantinya program pertukaran pelajar itu akan dilaksanakan dengan Bahasa inggris untuk mempermudah komunikasi. Disana juga disediakan banyak pusat –pusat pelatihan yang bisa dimanfaatkan oleh warga non – rusia untuk belajar.

Sedangkan dari pihak UNAIR yang diwakili oleh Wakil Rektor III Prof. Amin mengajak pihak Rusia untuk berkolaborasi dalam penelitian dan visiting professor. “Kita senang kalau ada profesor-profesor di sana yang mau visiting ke UNAIR,” tutur Prof. Amin. Ia pun menambahkan,”Kita punya program unggulan yaitu riset mandat dengan dana sebesar Rp 250 juta untuk lima publikasi yang terindeks Scopus. Akan lebih baik jika kita berkolaborasi dengan peneliti di Rusia.”

Bawa misi bilateral

Kedatangan Dubes RI untuk Rusia  di Surabaya juga membawa misi bilateral berupa rencana kota kembar antara Kota Vladivostok dengan Surabaya. Pihaknya ingin agar hubungan bilateral antara Vladivostok dan Surabaya bisa diisi dengan berbagai bidang kerja sama, salah satunya adalah pendidikan.

Berkaitan dengan misi pendidikan, pihaknya ingin kedua kota ini saling melengkapi dan menggarap potensi yang ada. Salah satu universitas di Vladivostok, Far Eastern Federal University (FEFU) ingin bekerja sama dengan UNAIR. Kerja sama yang ingin dikembangkan antara lain dalam bidang sains, teknologi, bisnis, dan kedokteran dalam program pertukaran mahasiswa serta penelitian. (*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor    : Faridah Hari

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu