Guru Besar UNAIR Akan Bicara Demokrasi dan Keadilan di Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Gelar Inovasi Guru Besar kembali dihelat oleh Universitas Airlangga. Kali ini, seminar yang melibatkan para Guru Besar UNAIR ini bertajuk “Demokrasi dan Keadilan : Mimpi yang Harus Segera Direalisasikan”.

Acara yang akan dilaksanakan pada Rabu (19/10) tersebut, menghadirkan tiga Guru Besar UNAIR yang berkompeten dalam bidangnya. Ketiganya adalah Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Prof. Drs. Ramlan Surbakti, M.A., Ph.D, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Prof. Dr. Djoko Mursinto, S.E., M.Ec, dan Guru Besar FISIP Prof. Dr. Hotman Siahaan, Drs.

Pada acara yang akan dilangsungkan di Ruang Kahuripan 300, Kantor Manajemen, Kampus C UNAIR tersebut, ketiga Gubes dari UNAIR akan mengupas lebih dalam persoalan demokrasi dan keadilan di Indonesia. Termasuk, solusi dari segala problem di masyarakat yang dapat dijadikan alternatif bagi para pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan. Tentu, ide-ide dalam forum ini dapat digunakan untuk merealisasikan kesejahteraan yang lebih luas dan menyentuh bagi semua elemen masyarakat.

Forum Gelar Inovasi Guru Besar ini sekaligus mengingatkan tujuan berdirinya negara demokrasi yakni untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan di segala bidang. Semua kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah harus berlandaskan asas dari, oleh, dan untuk rakyat. Namun pada kenyataannya, masih banyak ketimpangan yang melibatkan strata sosial, tingkat pendidikan, dan kemampuan ekonomi di seluruh penjuru nusantara.

“Sejatinya, demokrasi itu di tangan rakyat. Sehingga, ketika rakyat menjadi jantung demokrasi,  maka keadilan seharusnya dapat diterima oleh rakyat. Tapi kenyataannya masih seperti mimpi yang harus diperjuangkan, meskipun melalui proses yang panjang,” jelas Bimo Aksono, Sekretaris Pusat Informasi dan Humas UNAIR.

Melalui Gelar Inovasi Guru Besar Edisi III ini, diharapkan banyak buah pikir dan karya inovatif yang dapat diberikan perguruan tinggi, khususnya para pakar dari UNAIR, terkait berbagai persoalan di Indonesia. Salah satunya, demokrasi dan keadilan.

“UNAIR sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam mencetak ilmuwan sekaligus kader bangsa, sekaligus untuk membantu menjawab banyaknya persoalan di Indonesia saat ini,” pungkas Bimo. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor  : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu