Dwi Rezky Lulus Terbaik Psikologi, Deynara Septin DP Terbaik S1 FKH

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ilustrasi UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Fenomena kecanduan game online sudah memikat perhatian Dwi Rezky Anandari, sejak memulai kuliah (S-1) di Universitas Negeri Makassar. Ketertarikannya itu lalu dituangkan dalam penelitian skripsi dengan tempat penelitian di Kota Makassar. Setelah menjalani studi S-2 di Universitas Airlangga, ia kembali mengangkat tema tersebut sebagai bahan tesisnya. Tesis itulah kemudian ikut mengantar Kiky, sapaan akrabnya, menjadi wisudawan terbaik S-2 Fakultas Psikologi UNAIR dengan IPK 3,88.

s
Dwi Rezky Anandari, wisudawan terbaik S-2 Fakultas Psikologi UNAIR (Foto: Istimewa)

Ketertarikan Kiky dengan tema game online karena perkembangan game itu cukup pesat. Namun faktanya, kegemaran terhadap game online tidak dibarengi dengan perhatian khusus oleh lingkungan sekitar dan pemerintah daerah. Perhatian khusus ini penting agar pengguna terhindar dari dampak negatif game online, salah satunya kecanduan.

Tesisnya itu berjudul “Hubungan Antara Self Esteem dan Kesepian Terhadap Kecanduan Game Online pada Remaja Laki-laki di Kecamatan Rappocini, Kelurahan Gunung, Sari Kota Makassar”.

“Pengalaman saya selama meneliti, cukup menarik. Khususnya dalam membagi waktu antara pekerjaan di Surabaya dan penelitian di Makassar. Bisa dikatakan salah satu tantangan dalam penelitian ini ialah mengatur waktu. Tetapi banyak sahabat dan teman di Makassar yang membantu saya dalam pengambilan data di Makassar,” kata Kiky pada UNAIR News, Senin, (19/09).

Gadis penyuka komik dan film ini sangat berharap penelitian yang ia lakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebab penelitiannya ini mengkaji faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecanduan game online. Sehingga orang-orang dapat melakukan pencegahan, khususnya orang tua.

Sebelum menutup perbincangan, Kiky memberikan pesan dan motivasi pada mahasiswa UNAIR. “Mencintai dan belajar mencintai terlebih dahulu apa yang dikerjakan. Apa yang dicintai dan kerjakan sekarang akan menentukan masa depan kita kelak,” tutupnya.

Deynara Selalu Berusaha dan Berdoa

s
Deynara Septin Dwi Putri wisudawan terbaik S1 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. (Foto: Istimewa)

Sementara itu Deynara Septin Dwi Putri, yang meneliti pencemaran timbal dalam air terhadap kesehatan ternak dan manusia, juga meraih predikat sebagai wisudawan terbaik S1 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Ia meraih IPK 3,69. Judul skripsinya itu adalah “Efek Hepatoprotektif Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata Ness.) terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Mencit (Mus Musculus L.) yang dipapar Timbal Asetat Per Oral”.

“Saya tertarik mengangkat tema itu karena banyaknya pencemaran logam berat timbal di air, serta rumput pakan ternak yang dapat membahayakan kesehatan ternak dan manusia, khususnya organ hepar,” kata perempuan kelahiran Surabaya 27 September 1994 ini.

Dikatakan, hepar berfungsi sebagai alat detoksifikasi zat racun, termasuk timbal. Daun sambiloto diketahui memiliki banyak khasiat untuk mengatasi racun. Namun, hal itu masih belum diketahui efektivitas ekstrak sambiloto untuk memproteksi hepar dari kerusakan akibat timbal.

Terkait capaian prestasi sebagai lulusan terbaik, penggiat Kelompok Minat Veteriner Pet and Wild Animal yang pernah menjadi asisten dosen patologi veteriner ini, mengaku tak memiliki kiat khusus. “Jika kita rajin tekun, ikhlas, dan selalu bersungguh-sungguh terhadap sesuatu maka kita akan mendapatkan hasil yang maksimal,” tutur mahasiswi 22 tahun tersebut.

”Yang terpenting adalah selalu berusaha, berdoa, dan meminta doa dari orangtua karena tidak dipungkiri rida dari kedua orangtua yang membawa kita dalam kesuksesan dan kebahagiaan,” katanya di akhir wawancara. (*)

Penulis: Lovita Marta Fabella, dan M Ahalla Tsauro
Editor: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu