Whidda merupakan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga angkatan 2014. (Foto: Istimewa)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Salah Satu atlet kebanggan Jawa Timur di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Cabang Olahraga Menembak yaitu Whidda Andria Ristyanto. Whidda berhasil membawa pulang emas pada pertandingan yang berlangsung di lapangan tembak Cisangkan, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 September lalu.

Whidda merupakan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga angkatan 2014. Ia berhasil menaklukan kontingen dari Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan di partai final di nomor pertandingan 10 meter air pistol standart team. Perolehan skor yang ia dapat mencapai 1654.

Whidda sedang membidikkan pistol ke arah sasaran di partai final di nomor pertandingan 10 meter air pistol standart team pada kejuaraan PON XIX (Foto: Istimewa)
Whidda sedang membidikkan pistol ke arah sasaran di partai final di nomor pertandingan 10 meter air pistol standart team pada kejuaraan PON XIX (Foto: Istimewa)

Perolehan emas yang ia raih tak lepas dari perjuangan yang ia lakukan sebelum pertandingan diselenggarakan.

“Waktu latihan pra pertandingan di Jakarta, sempat senjata saya rusak. Tapi Alhamdulillah bisa segera di perbaiki dan saya gunakan saat pertandingan tanpa kendala lagi,” ujar Whidda dihubungi UNAIR NEWS Jumat (30/9).

BACA JUGA:  Bentuk IKAMALA, Mahasiswa UNAIR Lamongan Adakan Bakti Sosial

Whidda mengaku, persiapan dirinya mengikuti PON XIX sudah ia lakukan setahun yang lalu sejak ia mengikuti Kejuaraan Nasional JABAR Open. Pada kejuaraan itu, ia berhasil meraih medali perak sehingga  dapat masuk seleksi di pemusatan pelatihan daerah.

Whidda sangat bersyukur dengan perolehan medali emas yang ia dapat pada PON XIX kali ini. Sebab kerja keras yang ia lakukan membuahkan hasil yang membanggakan, bukan hanya untuk dirinya namun juga keluarga, universitas, dan Jawa Timur khususnya. Ia juga sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, terutama orang tua dan pelatihnya.

“Alhamdulillah bersyukur dan bahagia bisa membanggakan orang tua, guru, dosen, kawan-kawan, almamater, dan terutama bisa menyumbangkan emas untuk masyarakat jawa timur,” ungkapnya senang. (*)

Penulis : Faridah Hariani
Editor    : Binti Q. Masruroh

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone