Harumkan Jatim, Atlet UNAIR Sabet Medali Perak Olahraga Darat dan Air

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Aditya Aulia Rahman (kiri) mahasiswa Fakultas Psikologi, dan Arsinta Rahadianty Krisna mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). (Ilustrasi : UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Atlet asal Universitas Airlangga yang mewakili Provinsi Jawa Timur tak henti-hentinya mengharumkan almamater dan daerah. Buktinya, sederet prestasi telah ditunjukkan oleh mahasiswa UNAIR yang berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat.

Mereka adalah Aditya Aulia Rahman mahasiswa Fakultas Psikologi, dan Arsinta Rahadianty Krisna mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Aditya bersama tim putra Jatim berhasil menyabet medali perak dalam cabang olahraga (cabor) softball. Sedangkan Arsinta bersama tim putri Jatim meraih medali perak dalam cabor renang indah nomor Team Free Routine.

Pada partai final, tim putra Jatim terpaksa dikalahkan oleh tim putra Sulawesi Utara (Sulut) dengan perolehan skor 4 – 6. “Waktu final sangat ketat sekali pertandingannya. Kita kalah pukulan. Pukulan mereka (tim Sulut, -red) memang bagus dan rapi,” ujar Aditya.

Meski belum berhasil memboyong emas, mahasiswa Psikologi tahun angkatan 2012 itu tetap merasa senang dan bangga karena bisa mengharumkan nama Jatim hingga ke partai final.

Demikian pula dengan Arsinta. Mahasiswa yang menempuh Program Studi S-1 Ilmu Hubungan Internasional FISIP tahun angkatan 2014 itu merasa bangga bisa mempersembahkan medali perak untuk Jatim. Meski belum berhasil menyabet medali emas, ia memiliki banyak kesan ketika menyelesaikan perlombaan renang indah.

“Banyak pelajaran dan hikmah yang bisa saya ambil pada perlombaan PON kali ini. Rasa tegang itu pasti ada. Tapi dengan dukungan tim dan orang terdekat, rasa grogi dan tegang bisa teratasi. Rasa lega setelah selesai berlomba itu yang paling saya rasakan,” tutur Arsinta.

“Akhirnya, selesai juga (lombanya, -red),” imbuh Arsinta yang bertanding 24 September 2016 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Sebelum berlaga ke PON, Arsinta dan tim mengikuti latihan rutin sekitar 5 – 7 jam setiap hari. Seperti amfibi, ia melatih fisik dan mental di darat dan air. Dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim juga tak kalah berarti.

“KONI Jatim juga memberikan fasilitas lengkap. Mulai kesehatan, gizi, dokter, psikolog, dan lain sebagainya. KONI Jatim juga memberikan pembinaan militer dalam mempersiapkan mental dan fisik. Kami mengikuti pemusatan latihan atau camp selama dua bulan terakhir sebelum perlombaan,” cerita Arsinta. (*)

Penulis : Faridah Hari dan Defrina Sukma S.
Editor    : Binti Q. Masruroh

 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu